NARASITODAY.COM, BOGOR – Deru mesin truk di jalanan menurun Jalan Raya Mochamad Toha, Parung Panjang, berubah menjadi petaka pada Selasa (17/2/2026) petang. Sebuah truk Colt Diesel yang kehilangan kendali menghantam pengendara sepeda motor, mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat setelah terseret hingga ke kolong kendaraan.
Insiden memilukan ini terjadi tepat saat senja mulai turun, sekitar pukul 18.00 WIB, ketika arus lalu lintas dari arah Parung Panjang menuju Tangerang sedang dalam kondisi aktif.
Gagal Menguasai Laju di Jalan Menurun
Kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi G-1517-HJ melintasi kontur jalan yang menurun. Di depannya, WS tengah memacu motornya dengan nomor polisi B-6189-GLH. Diduga karena beban kendaraan atau gangguan pada sistem pengereman, sopir truk tak mampu meredam kecepatan armadanya.
Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rachman, mengonfirmasi identitas korban dan detail kejadian tersebut pada Rabu (18/2/2026).
“Kendaraan terlibat kecelakaan truk Colt Diesel (nopol) G-1517-HJ dengan sepeda motor (nopol) B-6189-GLH. Korban MD (meninggal dunia) satu orang, inisial WS,” kata Ares.
Menurut Ares, benturan tak terelakkan saat truk menyerempet bagian belakang motor korban.
“Setibanya di TKP, (kondisi) jalanan menurun, pengemudi truk tidak bisa menguasai laju kendaraannya sehingga menyerempet bagian belakang kanan motor yang bergerak di depannya,” jelas Ares.
Terseret Hingga ke Kolong Truk
Momen mencekam berlanjut ketika motor korban terjatuh. WS yang tak sempat menyelamatkan diri masuk ke dalam kolong truk dan terseret ke sisi kanan jalan. Laju truk baru terhenti setelah menghantam beton penutup parit dengan posisi ban depan yang menggantung di atas drainase.
Luka-luka yang dialami korban pada bagian kaki, paha, hingga punggung membuatnya kehilangan nyawa seketika di lokasi kejadian.
“Pengendara motor berinisial WS mengalami luka pada bagian kaki, tangan, paha dan punggung. Kemudian MD (meninggal dunia) di TKP dan dibawa ke Puskesmas Parung panjang,” tambah Ares.
Pihak kepolisian menyimpulkan sementara bahwa penyebab utama kecelakaan adalah kelalaian atau ketidaksiapan pengemudi dalam menghadapi medan jalan yang menurun tajam.
“(Penyebab kecelakaan) pengemudi truk tidak bisa menguasai laju kendaraannya di jalan menurun, sehingga menyerempet bagian belakang kanan motor yang bergerak di depannya,” pungkas Ares.
Jenazah WS kini telah dievakuasi, sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan pihak Satlantas Polres Bogor untuk penyelidikan lebih lanjut. Kawasan Parung Panjang memang dikenal sebagai jalur padat truk tambang dengan kontur jalan yang menantang, yang kembali memakan korban jiwa.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













