Pemadaman Listrik Melanda Zaporizhzhia Usai Serangan Ukraina ke Infrastruktur Energi

0
Zaporizhzhia
Ilustrasi rumah hancur dan terbakar di kota yang dilanda perang di Ukraina.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, ZAPORIZHZHIA – Minggu pagi (22/2/2026) yang seharusnya tenang di wilayah Zaporizhzhia berubah menjadi sunyi yang mencekam. Deru mesin pembangkit listrik mendadak bungkam, menyisakan ribuan warga dalam kegelapan total setelah serangan besar Ukraina menghantam infrastruktur energi di wilayah yang dikuasai Rusia tersebut.

Insiden ini menandai kedua kalinya dalam satu pagi wilayah tersebut kehilangan akses listrik secara masif. Padahal, beberapa jam sebelumnya, petugas pemeliharaan baru saja berhasil memulihkan pasokan daya hingga 50 persen wilayah. Kini, upaya itu sirna seketika oleh gelombang serangan baru.

Baca Juga :  Warga Ketakutan Saat Serangan Rusia Hantam Kota Kharkiv dan Wilayah Sekitarnya

Gubernur yang ditunjuk Moskow, Yevgeny Balitsky, memastikan bahwa meski jaringan umum lumpuh, fasilitas publik tetap diprioritaskan melalui jalur darurat.

“Fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan publik terhubung ke sumber listrik alternatif. Generator berfungsi untuk pasokan air dan menopang infrastruktur penting,” ujar Balitsky melalui aplikasi Telegram.

Api di Luhansk dan Hujan Drone

Baca Juga :  Ford Pangkas 1.000 Pekerjaan di Cologne Akibat Lesunya Permintaan Kendaraan Listrik di Eropa

Gempuran Ukraina tidak hanya menyasar Zaporizhzhia. Di wilayah Luhansk, cakrawala pagi diwarnai asap hitam pekat setelah sebuah drone Ukraina menghantam depo minyak setempat.

Pemimpin Luhansk yang ditunjuk Rusia, Leonid Pasechnik, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut memicu kebakaran besar pada salah satu tangki bahan bakar. Rekaman amatir yang beredar memperlihatkan kobaran api yang melahap fasilitas penyimpanan energi tersebut.

Klaim Pertahanan Udara Rusia

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa unit pertahanan udara mereka bekerja ekstra keras sepanjang malam. Moskow mengklaim telah berhasil mencegat dan menghancurkan 86 drone Ukraina yang menyasar berbagai titik strategis.

Baca Juga :  Tarif Listrik Stabil di Tengah Gejolak, Pemerintah Putuskan Tak Ada Kenaikan pada Triwulan II 2026

Selain di wilayah perbatasan Rusia, puluhan pesawat tak berawak tersebut juga dilaporkan dijatuhkan di atas langit Semenanjung Krimea. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Zaporizhzhia masih dalam status darurat energi sementara tim teknis mencoba melakukan perbaikan di tengah ancaman serangan susulan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber