Israel Serang Basis Hezbollah di Lebanon Usai Rudal Balasan

0
Israel
Ilustrasi Militer Israel. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BEIRUT – Kesunyian yang selama ini menyelimuti perbatasan Lebanon kembali hancur berkeping. Senin (2/3/2026), langit Beirut kembali diwarnai jejak asap dan deru ledakan setelah Militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) melancarkan serangan balasan terhadap target-target Hezbollah. Aksi ini menjadi respons langsung atas peluncuran rudal dan drone oleh kelompok bersenjata tersebut ke arah Israel, yang menandai keterlibatan aktif pertama mereka sejak konflik besar antara AS-Israel dan Iran pecah.

Langkah Hezbollah untuk membuka front baru ini tidak lepas dari trauma dan kemarahan atas tewasnya sosok penting di Tehran. Kelompok bersenjata Syiah yang didukung Teheran itu menyatakan dengan tegas bahwa serangan mereka merupakan respons tak terelakkan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran Israel yang terus berlanjut di wilayah Lebanon.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Percepat Penataan Kabel Fiber Optik, Kini Menyasar Simpang Ediyoso

Dalam pernyataannya, Hezbollah menegaskan bahwa pembunuhan para pemimpin dan anggotanya memberi mereka hak untuk membela diri dan merespons pada waktu serta tempat yang dianggap tepat.

Sementara itu, pihak Israel memandang keterlibatan Hezbollah sebagai ancaman serius yang harus dipertahankan. IDF menyatakan komitmen untuk bertindak tegas terhadap keputusan Hezbollah untuk ikut terlibat dalam eskalasi konflik.

Baca Juga :  Israel Bangun Fasilitas Eksekusi Mati untuk Tahanan Palestina

IDF menegaskan tidak akan membiarkan kelompok tersebut menjadi ancaman bagi Negara Israel.

Saksi mata di lapangan melaporkan situasi yang mencekam. Ledakan keras terdengar mengguncang Beirut, khususnya di wilayah pinggiran selatan ibu kota yang dikenal sebagai basis kekuatan utama Hezbollah menandai bahwa konflik tidak lagi hanya sebatas retorika.

Kebangkitan kekerasan ini mengoyak harapan akan stabilitas yang dibangun sejak gencatan senjata 2024. Kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat tersebut sebelumnya berhasil mengakhiri lebih dari setahun pertempuran dahsyat yang sempat melumpuhkan kekuatan Hezbollah. Namun, sejak perdamaian dideklarasikan, saling tuding antara kedua pihak tak pernah benar-benar mereda.

Baca Juga :  Ekspor Sarang Burung Walet ke China Tetap Stabil Meski 19 Perusahaan Indonesia Disuspend

Presiden Lebanon bahkan sempat menyandarkan harapan pada jaminan diplomatik, di mana pada Sabtu lalu ia menyebut duta besar AS telah menyampaikan keyakinan bahwa Israel tidak akan meningkatkan serangan selama tidak ada aksi permusuhan dari pihak Lebanon.

Namun, dengan rudal yang kini kembali melintasi langit dan ledakan yang menggema di Beirut, kekhawatiran akan terbukanya kembali front Lebanon di tengah gejolak perang Israel-Iran kian menjadi kenyataan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber