Waspada Campak pada Anak, Kenali Gejalanya dan Pentingnya Imunisasi

0
Foto ilustrasi: iStock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kasus campak kembali menjadi perhatian. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah kasusnya dilaporkan meningkat, termasuk di Indonesia. Kondisi ini membuat orang tua perlu lebih peka terhadap gejala awal campak sekaligus memastikan perlindungan imunisasi anak tetap lengkap.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA, menyebut kenaikan kasus campak secara global berkaitan erat dengan menurunnya cakupan vaksinasi. Padahal, untuk mencegah penyebaran campak, dibutuhkan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata—setidaknya 95 persen populasi harus memiliki kekebalan.

Baca Juga :  Jangan Asal Campur! Ini Kombinasi Buah yang Bisa Ganggu Pencernaan

Campak bukan sekadar demam biasa. Ada ciri khas yang membedakannya dari penyakit lain, yakni ruam yang muncul dengan pola tertentu. Biasanya, ruam dimulai dari area dekat garis rambut atau belakang telinga, lalu menyebar ke wajah, batang tubuh, hingga lengan dan tungkai. Ruam akan tampak makin menggelap sebelum akhirnya memudar dan sedikit bersisik.

Selain ruam, gejala campak umumnya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah. Pada sebagian anak, kondisi ini bisa berkembang menjadi lebih serius.

Baca Juga :  Perhatikan! 5 Hal yang Perlu Diketahui Saat Mencukur Rambut Kemaluan agar Kulit Tetap Sehat

Yang perlu diwaspadai, campak dapat menimbulkan komplikasi. Sekitar 7 dari 100 anak yang terkena campak berisiko mengalami infeksi telinga. Jika tidak ditangani dengan baik, kerusakan pada gendang telinga bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Tak hanya itu, virus campak juga dapat mengurangi kadar vitamin A dalam tubuh, sehingga memicu mata kering hingga kerusakan kornea. Dalam kasus berat, komplikasi dapat berupa pneumonia, diare berat, dehidrasi, hingga gangguan paru.

Baca Juga :  6 Efek Kebanyakan Makan Wortel buat Kesehatan

Melihat risikonya, imunisasi tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif. Orang tua diimbau memastikan jadwal vaksinasi anak terpenuhi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Selain melindungi anak sendiri, imunisasi juga membantu membentuk kekebalan kelompok agar penyebaran campak dapat ditekan.

Kewaspadaan sejak dini dan kepatuhan pada imunisasi menjadi kunci agar anak-anak tetap sehat dan terhindar dari risiko komplikasi berbahaya akibat campak. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth