Bangun Mepet Imsak dan Sahur Mi Instan? Begini Saran Dokter Gizi

0
Foto: Getty Images/Dmitry Vorobyev

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sahur sering kali menjadi tantangan bagi sebagian orang, terutama ketika bangun tidur sudah mendekati waktu imsak. Dalam kondisi terburu-buru, mi instan sering menjadi pilihan karena praktis dan cepat disiapkan.

Namun, menurut dokter spesialis gizi klinik, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK(K), sahur dengan mi instan sebenarnya kurang dianjurkan jika ingin menjalani puasa dengan nyaman. Meski dapat membuat kenyang dalam waktu singkat, rasa kenyang dari mi instan biasanya tidak bertahan lama.

Baca Juga :  5 Rutinitas Pagi yang Terbukti Membantu Mencegah Alzheimer Secara Alami

Hal ini karena mi instan terbuat dari olahan tepung yang rendah serat. Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat dengan cepat dan membuat seseorang lebih cepat merasa lapar kembali. Kondisi ini juga perlu lebih diperhatikan oleh orang yang memiliki risiko atau riwayat diabetes.

Selain itu, konsumsi makanan berbahan tepung secara berlebihan juga dapat memicu kenaikan berat badan lebih cepat. Karena itu, mi instan sebaiknya tidak dijadikan menu utama saat sahur.

Baca Juga :  Waktu Sahur yang Tepat dan Keberkahan di Balik Makan Sahur

Beberapa orang mencoba menambahkan telur atau sayuran ke dalam mi instan agar lebih seimbang. Meski begitu, menurut dr. Nurul, rasa kenyang tetap tidak akan bertahan lama dibandingkan jika sahur dengan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan serat yang lebih seimbang.

Sebagai solusi, ia menyarankan untuk menyiapkan makanan sahur sejak malam hari. Lauk seperti ayam ungkep atau daging bisa disimpan di kulkas sehingga pada waktu sahur hanya perlu dipanaskan kembali. Cara ini dinilai lebih baik untuk menjaga energi selama berpuasa.

Baca Juga :  Khasiat Buah Sirsak: 7 Manfaat yang Membuatnya Sebagai Obat Alami

Dengan menyiapkan menu sahur lebih awal, seseorang tetap bisa makan makanan bergizi meski waktu sahur terbatas. Hal ini penting agar tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah lemas selama menjalankan ibadah puasa. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth