NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kebiasaan kurang bergerak atau sering disebut “mager” ternyata masih banyak dialami masyarakat Indonesia. Data dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan sebagian besar warga memiliki aktivitas fisik yang rendah.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat sekitar 93 persen warga Jakarta kurang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sepanjang 2025 hingga awal 2026. Kurangnya aktivitas fisik tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit, terutama penyakit kardiovaskular seperti masalah jantung dan obesitas sentral.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan gaya hidup kurang bergerak memang masih menjadi kebiasaan banyak masyarakat di Indonesia. Menurutnya, meski tidak semua orang mengalami obesitas, aktivitas fisik yang rendah tetap bisa berdampak pada kesehatan tubuh.
Ia juga menyinggung kebiasaan masyarakat di negara tetangga seperti Singapura yang lebih aktif berjalan kaki. Meski kondisi cuaca hampir sama panasnya dengan Indonesia, masyarakat di sana tetap terbiasa berjalan kaki saat beraktivitas.
Contoh sederhana juga terlihat dari kebiasaan sehari-hari. Banyak orang lebih memilih menggunakan lift daripada naik tangga, meskipun jaraknya tidak terlalu jauh. Padahal, aktivitas kecil seperti berjalan kaki atau naik tangga dapat membantu tubuh tetap aktif.
Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Dengan membiasakan diri lebih banyak bergerak, seperti berjalan kaki, berolahraga ringan, atau mengurangi waktu duduk terlalu lama, masyarakat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














