NARASITODAY.COM, NEW DELHI – Kabut duka menyelimuti wilayah perbukitan distrik Karbi Anglong, negara bagian Assam, India. Sebuah jet tempur kebanggaan Angkatan Udara India (IAF), Sukhoi Su-30MKI, jatuh berkeping-keping dalam misi latihan rutin, merenggut nyawa dua putra terbaik bangsa, Anuj dan Purvesh Duragkar.
Insiden tragis ini bermula saat pesawat bermesin ganda tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Jorhat pada Jumat (6/3/2026). Pangkalan yang menjadi titik awal misi tersebut hanya berjarak 60 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat. Namun, takdir berkata lain; jet buatan Rusia itu tiba-tiba lenyap dari pantauan radar tak lama setelah mengudara.
Dentuman di Tengah Perbukitan Sunyi
Warga lokal di distrik Karbi Anglong menjadi saksi bisu detik-detik mengerikan tersebut. Di tengah kesunyian wilayah terpencil, suara mesin yang menderu mendadak digantikan oleh ledakan yang menggelegar dari arah perbukitan. Bola api besar tampak membubung tinggi, menandai titik akhir penerbangan Anuj dan Purvesh.
Pejabat militer mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan pesawat tersebut terputus sepenuhnya pada pukul 19.42 waktu setempat. Tim penyelamat yang dikerahkan segera menyisir medan perbukitan yang sulit sebelum akhirnya menemukan puing-puing jet tempur tersebut.
Angkatan Udara India (IAF) segera menyampaikan belasungkawa mendalam melalui platform media sosial X.
“Seluruh personel Angkatan Udara India (IAF) menyampaikan belasungkawa yang tulus dan berdiri teguh bersama keluarga yang berduka di saat kesedihan ini,” tulis IAF.
Kehilangan Bagi Pertahanan India
Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, turut memberikan penghormatan terakhir bagi kedua pilot. Baginya, gugurnya Anuj dan Purvesh bukan sekadar angka dalam statistik kecelakaan, melainkan pengorbanan besar bagi kedaulatan negara.
“Keberanian dan pengabdian mereka kepada bangsa akan selalu dikenang dengan bangga dan rasa terima kasih,” ungkap Singh dalam unggahannya. Ia menegaskan bahwa negara berdiri teguh di sisi keluarga korban di masa berkabung ini.
Sukhoi Su-30MKI merupakan tulang punggung kekuatan udara India sejak pertama kali bertugas pada tahun 1997. Dengan lebih dari 260 unit yang dioperasikan, pesawat dua kursi ini diproduksi di dalam negeri oleh Hindustan Aeronautics Limited di bawah lisensi Rusia.
Catatan Merah Jet Sukhoi
Meski menjadi andalan, insiden di Assam ini menambah daftar panjang catatan merah kecelakaan jet Sukhoi di India. Sebelumnya, pada Juni 2024, satu unit Sukhoi jatuh di Nashik, Maharashtra. Setahun sebelumnya, pada Januari 2023, kecelakaan serupa menimpa jet yang lepas landas dari pangkalan udara Gwalior.
Hingga kini, otoritas pertahanan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti di balik kecelakaan di Karbi Anglong ini, sembari memastikan kesiapan armada udara lainnya tetap terjaga.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













