NARASITODAY.COM, SEOUL – Tekanan diplomatik yang menggantung bagai pedang Damokles akhirnya memaksa tangan para legislator di Seoul. Komite parlemen Korea Selatan diperkirakan akan menyelesaikan rumusan rancangan undang-undang khusus pada hari Senin (9/3/2026), sebuah langkah krusial yang membuka jalan bagi pemungutan suara pleno minggu ini untuk memfasilitasi investasi Amerika Serikat senilai US$ 350 miliar.
Mengutip Reuters, rancangan undang-undang tersebut dijadwalkan diajukan ke Majelis Nasional pada tanggal 12 Maret. Langkah ini dipandang sebagai respons konkret Seoul terhadap desakan keras dari Washington yang menuntut pengesahan kesepakatan perdagangan bilateral yang tertunda.
Antara Investasi Strategis dan Ancaman Tarif
Di balik angka fantastis US$ 350 miliar tersebut, terdapat narasi panjang mengenai negosiasi dan ancaman. Undang-Undang Khusus tentang Investasi di AS dirancang untuk membentuk badan investasi serta komite manajemen risiko.
Badan ini bertugas mengimplementasikan kesepakatan tahun lalu, di mana Korea Selatan berkomitmen menanamkan modal di sektor-sektor vital seperti pembuatan kapal dan teknologi chip sebagai imbalan atas penurunan tarif AS.
Ancaman yang menghantui hubungan bilateral ini terlihat jelas pada Januari lalu, ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor dari Korea Selatan. Trump secara terbuka menuduh parlemen negeri ginseng tersebut sengaja menunda pengesahan kesepakatan perdagangan yang telah disepakati.
Meski tekanan politik menghangat, para pejabat tinggi Korea Selatan mencoba menyangkal keraguan hukum. Mereka menegaskan bahwa kesepakatan perdagangan AS-Korea Selatan tetap valid dan berlaku, meskipun keputusan Mahkamah Agung AS pada bulan Februari lalu membatalkan sebagian besar tarif yang diterapkan Trump.
Kekhawatiran Nilai Tukar dan Dinamika Politik
Namun, penerimaan investasi besar tersebut tidak lepas dari kekhawatiran domestik. Para pejabat di Seoul telah menyuarakan kegelisahan mereka, khususnya mengenai dampak investasi masif itu terhadap mata uang won yang sudah terpuruk. Mereka menekankan bahwa proyek-proyek tersebut tidak akan berjalan secara buta, melainkan akan didasarkan pada pertimbangan kelayakan komersial dan kondisi pasar valuta asing.
Sementara itu, di ruang rapat parlemen, dinamika politik tampak bergerak cepat untuk mencairkan ketegangan. Komite khusus yang mencakup anggota parlemen dari Partai Demokrat yang berkuasa dan Partai Kekuatan Rakyat yang oposisi diharapkan dapat menyingkirkan sekat-sekat perbedaan.
Mereka bertugas meninjau rancangan undang-undang final di subkomite pada hari Senin dan menyetujuinya pada rapat umum di sore hari, menandai upaya serius untuk menyelesaikan mandat tersebut sebelum batas waktu yang kritis.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













