Kisah Sejarah Lailatul Qadar dan Turunnya Wahyu Pertama

0
Ilustrasi kisah nabi. Foto: Fuad Hasyim/detikcom

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam. Malam ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan dan menjadi momen turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Lailatul Qadar sering dikaitkan dengan peristiwa turunnya wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW saat berada di Gua Hira. Gua tersebut terletak di Jabal Nur, sebuah gunung yang berada tidak jauh dari Kota Makkah.

Dikisahkan, sebelum diangkat menjadi nabi, Muhammad sering menghabiskan waktu di Gua Hira untuk berkhalwat atau menyendiri. Di tempat itu beliau merenung, beribadah, serta memikirkan berbagai tanda kebesaran Allah di alam semesta.

Baca Juga :  Tetap Segar! 5 Tips Ampuh Mencegah Bibir Kering Saat Puasa Ramadan

Kebiasaan berkhalwat ini berlangsung selama beberapa tahun, terutama ketika usia Nabi mendekati 40 tahun. Hingga pada suatu malam di bulan Ramadan, malaikat Jibril datang dan menyampaikan wahyu pertama kepada beliau.

Wahyu tersebut adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 yang berisi perintah untuk membaca. Perintah ini tidak hanya dimaknai sebagai membaca secara harfiah, tetapi juga sebagai dorongan untuk menuntut ilmu dan memahami pengetahuan.

Baca Juga :  Puasa Aman untuk Ibu Hamil? Kenali 5 Manfaat dan Risiko Pentingnya

Peristiwa turunnya wahyu ini kemudian menjadi awal dari perjalanan kenabian Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia.

Dalam berbagai riwayat juga dijelaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat besar. Allah SWT bahkan menegaskan dalam Surah Al-Qadr bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.

Karena keistimewaan itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Pada malam tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memanjatkan doa.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru untuk Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Buatan

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca saat malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA, yaitu memohon ampunan kepada Allah SWT karena malam tersebut merupakan waktu yang penuh dengan rahmat dan pengampunan.

Dengan memahami sejarah dan keutamaannya, malam Lailatul Qadar menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah  SWT, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikhikmah