Warga Hambaro Patungan Hotmix Jalan Desa, Nilainya Capai Rp100 Juta

0
Warga Hambaro Patungan
Sejumlah warga Kampung Gunung Letik, RT 01 RW 05, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, jalan antar kampung yang baru diperbaiki menggunakan hotmix sepanjang sekitar 140 meter dengan lebar 2,5 meter. Perbaikan akses jalan vital tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat melalui gotong royong dan patungan dana warga. Foto : Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Warga Kampung Gunung Letik, RT 01 RW 05, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, bergotong royong memperbaiki akses jalan antar kampung dengan melakukan pengaspalan hotmix secara swadaya.

Jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 140 meter dengan lebar kurang lebih 2,5 meter.

Perbaikan jalan tersebut dilakukan karena akses yang menjadi jalur utama aktivitas warga itu sebelumnya mengalami kerusakan.

Jalan tersebut diketahui sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk aktivitas pertanian serta mobilitas menuju area perusahaan yang berada di sekitar lokasi.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pembangunan jalan tersebut murni berasal dari swadaya masyarakat karena hingga kini belum pernah mendapat pembangunan dari pemerintah desa.

“Akses jalan ini swadaya masyarakat. Dari sebelumnya pernah dibeton secara Swadaya, tapi karena sudah rusak sekarang di perbaiki lagi dengan hotmix,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Tiga Rumah di Leuwisadeng Rusak Akibat Longsor, Warga Selamatkan Diri ke Rumah Saudara

Ia juga menyebutkan bahwa jembatan yang berada tidak jauh dari lokasi jalan tersebut pernah dibangun oleh pemerintah desa, namun kondisinya beberapa kali mengalami kerusakan.

“Ada itu di depan yang dibangun, jembatan oleh desa udah beberapa kali hancur,” katanya.

Sementara itu, warga lainnya, Ibad, mengatakan perbaikan jalan dilakukan setelah warga bermusyawarah dan sepakat mengumpulkan dana secara patungan.

“Kita tidak mau jalan ini rusak terus. Di sini ada aktivitas pekerjaan juga, jadi warga sepakat patungan. Setelah rapat, akhirnya kita bangun jalan ini walaupun dengan kemampuan seadanya,” kata Ibad.

Ia menambahkan, keberadaan jalan yang baik sangat membantu aktivitas warga, termasuk bagi anak-anak sekolah yang sebelumnya harus melewati jalan becek saat musim hujan.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Ciluar Mengeluh Pendapatan Menurun Akibat Kenaikan Harga Bahan Pokok

“Alhamdulillah sekarang anak-anak sekolah kalau hujan tidak becek lagi. Sebelumnya kondisinya sangat parah,” ujarnya.

Menurutnya, total anggaran yang digunakan untuk pembangunan jalan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.

Terpisah, Kepala Desa Hambaro H. Firdaus menjelaskan bahwa pemerintah desa sebelumnya telah melakukan pembangunan jembatan di wilayah itu pada tahun 2023 serta pembukaan akses jalan pada tahun 2022.

“Itu pun sebelumnya pembukaan Jalan, dari sawah menjadi  Jalan Desa,” katanya.

Ia mengaku kerusakan jalan di lokasi tersebut salah satunya disebabkan oleh kendaraan berat milik perusahaan yang sering melintas membawa beban berat.

“Di situ memang ada perusahaan sabun yang sering membawa bahan berat, sehingga jalan cepat rusak,” kata Firdaus saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Sabtu (14/3/2026).

Baca Juga :  Desa Bantarkaret Jadi Lokasi KKN UIN Jakarta, Masyarakat Beri Dukungan Penuh

Firdaus menyebut, pemerintah desa berencana melakukan pembangunan jalan tersebut pada tahun ini.

Selain itu, pada tahun 2027 desa juga berencana memasang gardu pembatas agar kendaraan besar tidak lagi melintas di jalur tersebut.

“Tujuannya agar kendaraan yang melintas hanya kendaraan kecil, karena dikhawatirkan kalau kendaraan besar terus lewat jalan akan cepat rusak,” ujarnya.

Menurutnya, aktivitas kendaraan perusahaan tersebut juga sempat dikeluhkan oleh pihak sekolah karena lalu lintas kendaraan berat yang melintas saat jam kegiatan belajar mengajar.

“Jalan rusak itu menurut warga karna sering lewat mobil box besar bawa barak ke pabrik sabun, itu menurut warga ya,” pungkasnya.***

Wartawan : Andreas