Israel Perpanjang Larangan Belajar Tatap Muka Karena Eskalasi Perang dengan Iran

0
Israel
Ilustrasi Seorang anak dengan ransel sekolah melihat ke arah pintu masuk.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,TEL AVIV Langit Israel yang masih diwarnai ketegangan akibat konflik terbuka dengan Iran memaksa pemerintah setempat mengambil langkah drastis. Alih-alih mendengar bel sekolah berbunyi, anak-anak di Israel harus kembali menghadapi perpanjangan larangan pembelajaran tatap muka hingga lusa demi keselamatan nyawa mereka.

Langkah ini diambil sebagai respons atas situasi keamanan yang belum stabil akibat perang yang berkecamuk. Berdasarkan laporan Aljazeera pada Senin (16/3/2026), kebijakan pembatasan ini tidak hanya menyasar sektor pendidikan, tetapi juga mencakup larangan pertemuan dalam skala besar dan aktivitas perkantoran di wilayah yang minim akses terhadap bungker atau tempat perlindungan bom.

Baca Juga :  RI Imbau Tunda Umrah ke Mekkah-Madinah Imbas Perang Timur Tengah

Ironisnya, kebijakan ini muncul hanya beberapa hari setelah otoritas sempat menunjukkan tanda-tanda optimisme. Melansir The Times of Israel, pada Kamis (12/3) pekan lalu, pihak keamanan sebenarnya telah merencanakan pelonggaran seiring dengan menurunnya intensitas serangan rudal balistik dari Teheran. Namun, dinamika di medan tempur memaksa pemerintah untuk menarik kembali rem darurat.

Baca Juga :  Kapal Induk Amerika Bergerak ke Teluk, Iran di Bawah Tekanan

Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel secara resmi mengumumkan penyesuaian skala aktivitas nasional. Status negara kini digeser dari “aktivitas penting” menjadi “aktivitas terbatas”. Di bawah instruksi terbaru ini, gerbang-gerbang sekolah akan tetap terkunci rapat, kecuali untuk beberapa pengecualian yang sangat spesifik dan telah ditentukan sebelumnya.

Dalam aturan tersebut, pertemuan publik pun dibatasi dengan sangat ketat. “Saat itu, pertemuan hingga 50 orang diperbolehkan, asalkan tempat berlindung dapat dijangkau tepat waktu,” tulis pedoman tersebut.

Dunia usaha masih diizinkan bernapas dan beroperasi, dengan syarat mutlak bahwa lokasi kerja memiliki akses cepat menuju tempat berlindung jika sirine peringatan udara mendadak meraung.

Baca Juga :  Jelang Tahun 2025 RSUD Ciawi Resmikan Layanan Baru, Pj. Bupati Bogor : Semoga Naik Kelas

Sementara itu, garis pantai yang biasanya menjadi pusat keramaian warga kini tampak sunyi senyap. Pemerintah masih menetapkan penutupan seluruh pantai untuk umum guna menghindari risiko jatuhnya korban jiwa di ruang terbuka. Di tengah gemuruh konflik, keseharian warga Israel kini sepenuhnya bergantung pada kecepatan mereka menjangkau perlindungan di bawah tanah.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com