NARASITODAY.COM, JAKARTA – Wacana penghematan anggaran negara kembali mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan berbagai langkah efisiensi dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta. Salah satu opsi yang menjadi sorotan adalah kemungkinan pemotongan gaji pejabat sebagai upaya menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Usulan tersebut muncul di tengah kekhawatiran terhadap dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia.
Menanggapi hal itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih melakukan kajian secara mendalam terkait berbagai langkah efisiensi yang diusulkan.
“Masih kami dalami dan detailkan kajiannya,” ujarnya saat memberikan keterangan di Jakarta.
Pasokan Energi Dipastikan Aman
Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap terjaga. Hal ini merujuk pada pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang menyebut cadangan BBM nasional berada dalam kondisi aman dan terus diisi ulang.
Meski demikian, pemerintah melihat situasi global saat ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya efisiensi di dalam negeri. Upaya penghematan dinilai penting agar pengeluaran negara tetap terkendali.
Dorong Perubahan Pola Konsumsi Energi
Lebih lanjut, pemerintah juga mendorong perubahan perilaku dalam penggunaan energi, khususnya di lingkungan pemerintahan. Beberapa langkah yang tengah dipertimbangkan antara lain peningkatan penggunaan transportasi umum, pembatasan kendaraan dinas, hingga pengurangan konsumsi BBM secara keseluruhan.
Arahan ini sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan sumber daya.
Belajar dari Kebijakan Negara Lain
Dalam sidang kabinet sebelumnya, Presiden Prabowo mencontohkan kebijakan yang telah diterapkan oleh Pakistan dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat konflik global. Negara tersebut diketahui mengambil langkah penghematan cukup ekstrem, seperti pengurangan hari kerja, penerapan sistem kerja dari rumah (WFH), hingga pemangkasan gaji pejabat.
Selain itu, Pakistan juga menghentikan berbagai belanja pemerintah yang dinilai tidak mendesak, termasuk pembelian kendaraan dinas, peralatan kantor, hingga perjalanan luar negeri.
Penghematan tersebut kemudian dialihkan untuk mendukung masyarakat, khususnya kelompok ekonomi bawah.
Jaga Defisit Tetap Terkendali
Presiden menegaskan pentingnya langkah antisipatif untuk menjaga kondisi fiskal tetap sehat. Ia berharap, melalui kebijakan efisiensi yang tepat, Indonesia tidak hanya mampu menahan laju defisit, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, seluruh opsi yang diusulkan, termasuk pemangkasan gaji pejabat, masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final pemerintah.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














