Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara Selama Lebaran 2026

0
MBG
Ilustrasi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Seiring dengan datangnya hari raya Idulfitri 1447 H, aktivitas dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia akan memasuki masa jeda. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa penyaluran paket nutrisi tersebut dihentikan sementara selama periode libur panjang lebaran.

Penghentian ini dilakukan secara bertahap. Untuk kategori anak sekolah, distribusi telah resmi berakhir sejak Jumat, 13 Maret 2026. Sementara itu, bagi kelompok prioritas ibu hamil dan menyusui, paket terakhir disalurkan pada hari ini, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga :  Puluhan Pedagang UMKM Datangi Kediaman Farhat Abbas untuk Menagih Dana Titipan

“Setelah itu, kita akan merayakan Idulfitri. Program Makan Bergizi Gratis akan kembali disalurkan pada 31 Maret 2026,” ujar Dadan dalam keterangannya melalui kanal YouTube resmi BGN.

Efek Domino Efisiensi Anggaran

Di balik jeda operasional ini, terdapat angka penghematan yang cukup fantastis. Dadan membenarkan bahwa penghentian sementara selama kurang lebih dua pekan ini memberikan ruang fiskal tambahan bagi kas negara.

“Tentu saja. Hemat sekitar Rp5 triliun,” ungkapnya saat ditanya mengenai dampak finansial dari kebijakan libur tersebut.

Baca Juga :  Bupati Bogor Ingatkan ASN dan Pejabat Untuk Tidak Gunakan Kendaraan Dinas Mudik

Langkah ini selaras dengan arahan Presiden terkait pengetatan ikat pinggang di tengah ketidakpastian ekonomi global. BGN berkomitmen untuk memiliki sense of crisis dengan menghitung ulang setiap pos pengeluaran agar tetap berkontribusi positif terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Mengawal Anggaran Rp268 Triliun

Dengan total pagu anggaran sebesar Rp268 triliun, BGN menyadari besarnya tanggung jawab dan risiko penyalahgunaan. Oleh karena itu, efisiensi bukan hanya soal pemangkasan biaya, tetapi juga efektivitas penggunaan dana agar tepat sasaran.

Baca Juga :  Viral Buah Kecapi di Menu MBG, Ahli Gizi Tegaskan Aman untuk Anak Asal Disajikan Tepat

“Pertama, harus efektif menggunakan anggaran agar tidak disalahgunakan. Kami juga akan lakukan kegiatan yang lebih efektif mengurangi anggaran,” tegas Dadan.

Guna memastikan setiap rupiah dari anggaran jumbo tersebut tidak diselewengkan, BGN kini menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung). Kerja sama ini difokuskan pada pengawasan ketat dan pencegahan praktik korupsi dalam pelaksanaan program MBG di lapangan, sehingga saat program kembali berjalan pada 31 Maret mendatang, kualitas dan ketentuannya tetap terjaga.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com