Perang Timur Tengah Dorong Kenaikan Harga BBM di Asia Tenggara, Indonesia Masih Stabil

0
Timur Tengah
Ilustrasi Vektor kenaikan harga bahan bakar. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SINGAPURA – Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran kini bukan lagi sekadar isu politik luar negeri, melainkan ancaman nyata bagi kantong masyarakat di Asia Tenggara. Meletusnya perang pada akhir Februari 2026 lalu telah memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang seketika merambat ke pompa-pompa bensin di kawasan ASEAN.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Aljazeera, Selasa (17/3/2026), harga minyak mentah jenis Brent meroket dari level US$ 72,48 per barel sebelum perang (27 Februari) menjadi tembus US$ 105,84 per barel pada pertengahan Maret. Lonjakan sebesar 46% ini memaksa sejumlah negara tetangga melakukan penyesuaian harga jual bahan bakar minyak (BBM) secara drastis.

Baca Juga :  ASN Kabupaten Bogor Tingkatkan Kesadaran Energi Lewat Gerakan Bersepeda dan Carpooling

Rapor Kenaikan BBM di Tetangga ASEAN

Vietnam tercatat menjadi negara dengan lonjakan harga paling ekstrem. Harga bensin RON 95 di negeri Paman Ho tersebut melesat hingga 50,66%, dari semula Rp12.747 per liter menjadi Rp19.205 per liter hanya dalam hitungan minggu.

Singapura, sebagai hub ekonomi kawasan, kini mencatatkan harga bensin yang kian fantastis. Per 11 Maret 2026, harga RON 95 di Negeri Singa telah menyentuh angka US$2,50 atau setara Rp42.490 per liter. Berikut adalah perbandingan kenaikan harga RON 95 di beberapa negara ASEAN (dalam kurs Rupiah):

Negara Harga 23 Feb 2026 Harga 11 Mar 2026 Persentase Kenaikan
Laos Rp22.774 Rp30.252 +32,83%
Kamboja Rp18.865 Rp22.434 +18,91%
Singapura Rp36.711 Rp42.490 +15,74%
Myanmar Rp13.084 Rp14.274 +9,00%
Malaysia Rp11.047 Rp11.557 Kenaikan Tipis
Baca Juga :  Penemuan Mayat Wanita dalam Koper Gegerkan Warga Pangkep

Bagaimana dengan Indonesia?

Berbeda dengan para tetangganya, harga BBM di SPBU Indonesia terpantau masih “tenang” di tengah badai global. Hal ini dikarenakan kebijakan penyesuaian harga di tanah air yang tidak bersifat harian. Harga yang berlaku saat ini merupakan hasil kalkulasi per 1 Maret 2026, yang merujuk pada kondisi pasar dua bulan sebelumnya.

Namun, masyarakat perlu bersiap. Efek domino dari lonjakan minyak dunia yang menembus US$100 per barel ini diprediksi baru akan terasa pada penyesuaian harga berkala per 1 April 2026 mendatang, khususnya untuk jenis BBM non-subsidi.

Daftar Harga BBM di Indonesia (Maret 2026)

Sebagai referensi, berikut adalah daftar harga BBM di DKI Jakarta yang masih bertahan di level Maret:

Baca Juga :  Jamin Keamanan Nataru, Pemkot Bekasi Libatkan Densus 88 dan BNPT Antisipasi Aksi Teror

Pertamina:

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (Subsidi)
  • Solar: Rp6.800 per liter (Subsidi)
  • Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
  • Pertamina Dex: Rp14.500 per liter

SPBU Swasta (RON 92 & 95):

  • Shell Super / BP 92 / Vivo Revvo 92: Rata-rata Rp12.390 per liter.
  • Shell V-Power / BP Ultimate / Vivo Revvo 95: Rata-rata Rp12.920 – Rp12.930 per liter.

Meskipun harga subsidi (Pertalite dan Solar) saat ini masih dijaga di level tetap, tekanan dari pasar global akibat konflik Iran-AS-Israel ini menjadi ujian berat bagi ketahanan fiskal energi nasional dalam beberapa bulan ke depan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com