Senegal Murka, Tuduh CAF Tidak Adil dan Desak Investigasi Internasional

0
CAF
Ilustrasi logo CAF.Foto : cafonline.com

NARASITODAY.COM, DAKARKeputusan Confederation of African Football (CAF) yang membatalkan hasil final Piala Afrika 2025/2026 memicu kemarahan besar dari pemerintah Senegal. Langkah kontroversial tersebut tidak hanya mencabut gelar juara dari Senegal, tetapi juga memicu tudingan serius terkait dugaan praktik tidak transparan di tubuh organisasi sepak bola Afrika itu.

Sebelumnya, Senegal berhasil mengalahkan Maroko dengan skor tipis 1-0 dalam partai final yang digelar pada 18 Januari. Namun, CAF kemudian memutuskan untuk menganulir hasil tersebut dan menetapkan Maroko sebagai pemenang dengan skor 3-0.

Baca Juga :  Asisten Shin Tae-yong Soroti Persaingan Ketat di Piala Asia U-20 Usai Kalah dari Uzbekistan

Keputusan itu diambil setelah insiden pada masa injury time babak kedua. Saat Senegal dijatuhi penalti, para pemain memilih meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, yang disebut turut dipengaruhi oleh arahan dari tim pelatih. Meski sempat kembali ke lapangan, situasi pertandingan sudah terlanjur memanas. Penalti yang dieksekusi oleh Brahim Díaz pun gagal berbuah gol.

Selain kehilangan gelar juara, Senegal juga dikenai sanksi denda dalam jumlah besar. Hal ini semakin memperkeruh suasana dan memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Senegal serta pemerintah setempat.

Baca Juga :  Lolos Semifinal Piala AFF U-23, Garuda Muda Menanti Lawan Berat dari Grup C dan B

Pemerintah Senegal menilai keputusan tersebut tidak adil dan merugikan secara sepihak. Mereka bahkan secara terbuka menuding adanya indikasi korupsi di dalam tubuh CAF, serta menilai keputusan tersebut telah mencederai nilai sportivitas dalam sepak bola.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah menegaskan bahwa Senegal tidak akan menerima keputusan administratif yang dianggap menghapus perjuangan dan prestasi tim nasional mereka. Senegal juga menyerukan dilakukannya investigasi independen di tingkat internasional guna mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi.

Tak hanya itu, pemerintah menyatakan siap menempuh berbagai jalur hukum, termasuk membawa kasus ini ke pengadilan internasional, demi mendapatkan keadilan dan mengembalikan hasil pertandingan yang dinilai sah.

Baca Juga :  Gasak Myanmar 3-0, Timnas Indonesia U-19 Rebut Puncak Klasemen Grup A Piala AFF U-19 2026

Di sisi lain, pemerintah Senegal juga menyampaikan solidaritas terhadap warganya yang dilaporkan ditahan di Maroko pasca insiden final tersebut. Mereka berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus tersebut dan memastikan perlindungan bagi para warga negara.

Kontroversi ini menjadi sorotan luas dan berpotensi memicu krisis kepercayaan terhadap tata kelola sepak bola di Afrika, khususnya terhadap keputusan-keputusan yang diambil oleh Confederation of African Football.

Editor : Alysa

Sumber : detik.com