Menkeu Sebut WFA Usai Lebaran Hemat BBM dan Dorong Pariwisata

0
Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto : olenka.id

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Aspal jalanan ibu kota mungkin akan sedikit lebih tenang pada akhir Maret ini. Pemerintah resmi menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 25-27 Maret 2026, sebuah langkah yang tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan arus balik, tetapi juga menyimpan potensi penghematan ekonomi yang signifikan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa jeda tiga hari bekerja jarak jauh ini diprediksi mampu menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga seperlima dari penggunaan harian normal.

Efisiensi di Balik Layar Laptop

Berbicara di lingkungan Kantor Pusat DJP, Sabtu (21/3/2026), Purbaya memberikan gambaran optimis mengenai dampak kebijakan ini terhadap kantong energi nasional.

Baca Juga :  Pemerintahan Prabowo Tetapkan Standar Baru, PNS Harus Lebih Responsif dan Inovatif

“Ada hitungan kasar sekali. Bukan saya yang hitung. Mereka hitung hemat BBM saat WFA kalau kasar lah sehari, lupa saya. Tapi seperlima-limanya kira-kira 20% saya bilang,” ujar Purbaya kepada awak media.

Selain urusan bensin, kebijakan ini diharapkan menjadi nafas tambahan bagi sektor pariwisata. Dengan fleksibilitas lokasi kerja, para pekerja memiliki kesempatan untuk memperpanjang masa tinggal di kampung halaman atau destinasi wisata tanpa harus meninggalkan kewajiban profesional mereka.

“Jadi saya pikir tiga hari tuh lumayan tuh. Banyak aktivitas di rumah dan mungkin turisme juga,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sastra Winara Siap Alokasikan APBD untuk Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kabupaten Bogor

Imbauan untuk Sektor Swasta

Kebijakan ini tidak hanya eksklusif bagi pelayan negara. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa meski WFA diwajibkan bagi ASN, pemerintah juga mengeluarkan imbauan serupa bagi perusahaan swasta, selama tidak mengganggu pelayanan publik yang bersifat krusial.

WFA habis lebaran akan kita berlakukan. [Untuk] ASN ataupun imbauan kepada swasta tapi bukan pelayanan publik,” tegas Airlangga.

Langkah ini dipandang sebagai strategi cerdas untuk mencegah penumpukan kendaraan di gerbang-gerbang tol utama sekaligus menjaga produktivitas tetap berjalan di tengah suasana transisi libur panjang.

Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global

Di sisi lain, Menkeu Purbaya tetap membawa pesan percaya diri terkait daya tahan ekonomi Indonesia. Di saat banyak negara maju dihantui perlambatan, Indonesia justru menunjukkan sinyal pertumbuhan yang melampaui target moderat.

Baca Juga :  Menko PMK Pratikno Tekankan Pentingnya Pengalaman Pandemi dalam Kebijakan Efisiensi Energi

Purbaya meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih berada di jalur yang sangat positif, bahkan berpotensi menyentuh angka 5,7%.

“Kalau angka-angka terakhir sih pertumbuhan kami bisa 5,6-5,7 kalau pertimbangan kasarnya. Itu udah lumayan bagus lah di tengah ke keadaan global seperti sekarang,” tutup Purbaya dengan nada optimis.

Dengan kombinasi efisiensi energi melalui WFA dan konsumsi domestik yang tetap terjaga lewat sektor pariwisata, pemerintah berharap momentum Lebaran 2026 menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com