
NARASITODAY.COM, JAKARTA- Garuda Indonesia Group mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang pada puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Dalam satu hari, Selasa (24/3), total sebanyak 80.201 penumpang berhasil diangkut melalui ratusan penerbangan yang dioperasikan.
Jumlah tersebut terdiri dari 34.661 penumpang Garuda Indonesia dan 45.540 penumpang Citilink, yang dilayani melalui 489 penerbangan, termasuk 32 penerbangan tambahan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Idulfitri.
Tingginya trafik penumpang didominasi oleh pergerakan menuju kota-kota besar.
Jakarta menjadi destinasi dengan jumlah kedatangan tertinggi, yakni mencapai 32.911 penumpang.
Sejumlah rute dengan trafik padat menuju ibu kota antara lain berasal dari Denpasar, Surabaya, Medan, Semarang, Batam, hingga Singapura.
Garuda Indonesia Group memproyeksikan tren arus balik ini masih akan berlangsung hingga 29 Maret 2026. Sepanjang periode tersebut, total pergerakan penumpang diperkirakan mencapai 1,1 juta orang.
Di tengah meningkatnya intensitas operasional, perusahaan juga mencatat kinerja ketepatan waktu (on-time performance/OTP) first departure sebesar 98,92 persen.
Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan mencerminkan konsistensi dalam menjaga keandalan layanan selama periode puncak.
Untuk mendukung kelancaran operasional, Garuda Indonesia Group terus mengoptimalkan seluruh lini layanan, termasuk kesiapan personel serta koordinasi dengan otoritas bandara dan pemangku kepentingan terkait.
Upaya ini dilakukan guna memastikan proses perjalanan penumpang berjalan lancar, mulai dari check-in, boarding, hingga penanganan bagasi, khususnya di bandara dengan trafik tinggi.
Corporate Communications Division Head PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Dicky Irchamsyah, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus menjaga kualitas layanan di tengah tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Ke depan, Garuda Indonesia Group akan terus memantau tren pergerakan penumpang secara berkala dan menyesuaikan kapasitas layanan secara adaptif guna memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat secara optimal.













