
NARASITODAY.COM – Di usia senja yang telah menginjak satu abad, Nenek Nahala atau yang akrab disapa Mak Ala, warga Kampung Bojong Jengkol, RT 02/04, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, untuk bertahan hidup, ia mengais rezeki dengan menjual sapu lidi, sebuah pekerjaan sederhana yang dilakukannya meski usia sudah renta.
Kisah pilu Mak Ala kini menarik perhatian banyak pihak. Berbagai bantuan terus berdatangan dari yayasan, pemerintah, hingga para donatur untuk meringankan beban hidupnya.
“Alhamdulillah, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan untuk membantu mengurangi beban Mak Ala,” ujar Yati, saudara Mak Ala, Senin (6/1/2025).
Menurut Yati, bantuan yang diterima Mak Ala beragam, mulai dari kebutuhan pokok seperti sembako hingga bantuan renovasi rumah.
Kini, setiap bulan Mak Ala mendapatkan kiriman sembako dari donatur yang peduli. Bahkan, rumahnya yang dulu tidak layak huni kini telah dibangun oleh pihak yayasan.
“Setiap bulannya ada yang mengirim sembako. Bahkan rumah Mak Ala juga sudah direnovasi, jadi lebih layak untuk ditinggali,” jelas Yati.
Hidup sebatang kara menjadi cerita pilu tersendiri bagi Mak Ala. Ia harus kehilangan 12 anaknya yang telah lebih dulu meninggal dunia. Meski demikian, Mak Ala tidak sepenuhnya sendiri.
Para keluarga dan sanak saudaranya kini turut merawat dan memperhatikan kebutuhannya sehari-hari.
“Mak Ala saat ini dirawat oleh keluarga dan sanak saudara, jadi kami berusaha memastikan dia tidak kekurangan,” tutupnya.













