NARASITODAY.COM,JAKARTA – Di balik gemerlap popularitas Fujianti Utami yang tak pernah redup, terselip kegelisahan di hati kedua orang tuanya, H. Faisal dan Dewi Zuhriati. Fenomena “perjodohan” oleh netizen yang seolah tak kunjung usai kini mencapai titik di mana orang tua sang selebgram mulai merasa terusik.
Terbaru, jagat media sosial diramaikan dengan istilah “Furap”sebuah singkatan yang disematkan warganet untuk menjodohkan Fuji dengan musisi sekaligus YouTuber, Reza Arap. Meski hal ini kerap dianggap sebagai candaan oleh sebagian orang, bagi Faisal dan Dewi, tren ini mulai melampaui batas kewajaran.
Heran dengan Konsistensi Netizen
Hadir dalam sebuah acara talkshow di Jakarta Selatan, Faisal tak kuasa menyembunyikan keheranannya. Baginya, sejak awal kemunculan Fuji di dunia hiburan, skenario perjodohan dari warganet seolah menjadi bumbu yang tidak pernah hilang, siapapun pasangannya.
“Kan sejak awal kemunculannya memang Fuji selalu orang menjodohkan. Ya sudah gak asing lagi, tapi saya heran banget kenapa sering dijodohkan,” ungkap Faisal di studio Rumpi, Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Senada dengan sang suami, Dewi Zuhriati juga mengungkapkan rasa tidak senangnya. Baginya, perjodohan paksa oleh netizen yang dilakukan berulang kali justru memberikan citra yang kurang baik bagi sang putri.
“Gak nyaman juga kami kalau dijodohkan. Itu kan sudah beberapa kali ya (dijodohkan). Kurang bagus juga menurut kita,” sambung Dewi dengan nada serius.
Dari Dukungan Menjadi Ajang Bully
Awalnya, keluarga Faisal mencoba maklum dengan segala konsekuensi yang datang bersama ketenaran Fuji. Namun, belakangan mereka melihat pola yang mengkhawatirkan. Perjodohan tersebut sering kali tidak lagi didasari oleh dukungan fans, melainkan menjadi celah bagi para pembenci (haters) untuk menjatuhkan mental sang anak.
Faisal menyoroti bagaimana narasi perjodohan ini sering kali berujung pada aksi perundungan digital atau bullying.
“Ya kan sering, siapa yang menjodohkan kan kita gak tahu apakah itu fans atau haters. Tapi saya berpikir kalau sudah sampai bahan olok-olok dan bully ya gak nyaman sih, gak pas,” jelas Faisal lagi.
Menanggapi kehadiran Fuji dalam acara Marapthon sebuah inisiasi lari yang digagas oleh Reza Arap dan rekan-rekannya Faisal menegaskan bahwa itu murni urusan pekerjaan. Tidak ada motif asmara atau kedekatan khusus di balik pertemuan tersebut.
“Ya dia kan diundang dalam acara itu jadi ya sebagai bintang tamu saja,” tegas Faisal untuk menepis kabar burung yang beredar.
Bagi orang tua Fuji, sudah saatnya warganet membiarkan sang anak tumbuh dan berkarya tanpa harus terus-menerus dikaitkan dengan skenario asmara yang dibuat-buat. Kehangatan keluarga dan ruang pribadi Fuji kini menjadi prioritas yang mereka jaga di tengah riuhnya komentar di media sosial.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













