Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Stabil di Tengah Badai Minyak Dunia

0
harga
Ilustrasi Truk sedang mengisi bahan bakar diesel di SPBU jalan raya.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di saat layar televisi dipenuhi kabar memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang melambungkan harga minyak mentah dunia, masyarakat Indonesia mendapatkan sedikit napas lega. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi, per 1 April 2026.

Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik agar tidak terombang-ambing oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) telah sepakat untuk menjaga harga tetap “flat”.

“Kami sampaikan perintah Pak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, flat pakai harga sekarang,” ungkap Bahlil dalam konferensi pers baru-baru ini.

Baca Juga :  Memprihatinkan, Kepsek Minta Gedung SDN  Parakan Muncang Dibangun Tahun Ini

Nasib BBM Non-Subsidi dan Pantauan Lapangan

Meski biasanya harga BBM non-subsidi berfluktuasi setiap awal bulan mengikuti harga pasar, kali ini pemerintah melakukan intervensi dengan menunda penyesuaian harga. Bahlil menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi intensif dengan penyedia BBM swasta.

“Untuk BBM non subsidi, kami dengan tim Pertamina maupun SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai, itu kapan? tunggu dulu, artinya belum ada penyesuaian harga, masih tetap sama,” tegasnya.

Hingga Senin (6/4/2026), pantauan di lapangan menunjukkan harga di SPBU Pertamina wilayah Jakarta masih stabil. Pertamax (RON 92) tetap dibanderol Rp12.300 per liter, sementara Pertalite dan Solar Subsidi tidak mengalami perubahan harga sejak September 2022, yakni masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Baca Juga :  Rusia Tegaskan Tidak Akan Jual Minyak ke Negara Pendukung Skema Pembatasan Harga di Tengah Ketegangan Global

Fenomena Stok Kosong di SPBU Swasta

Namun, kebijakan menahan harga ini diiringi dengan fenomena unik di sektor swasta. Jika SPBU Vivo dan BP-AKR masih terpantau menjual BBM dengan harga yang sama seperti periode Maret 2026, pemandangan berbeda terlihat di SPBU Shell. Di beberapa titik seperti Mampang dan Warung Buncit, operasional Shell terpantau tidak menjual BBM atau stok kosong.

Pihak Shell Indonesia melalui laman resminya mengonfirmasi adanya kendala ketersediaan produk berkaitan dengan rekomendasi impor tahun 2026.

“Produk bahan bakar minyak (BBM) Shell saat ini tidak tersedia. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” tulis keterangan resmi Shell Indonesia.

Baca Juga :  Pemkab Bogor dan Kota Depok Perkuat Sinergi Bidang Kearsipan

Berikut daftar harga BBM terkini per 6 April 2026:

Pertamina (DKI Jakarta):

  • Pertalite: Rp 10.000/liter
  • Solar Subsidi: Rp 6.800/liter
  • Pertamax: Rp 12.300/liter
  • Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter
  • Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter
  • Dexlite: Rp 14.200/liter
  • Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

Shell (mayoritas stok kosong):

  • Shell Super: Rp 12.390/liter
  • Shell V-Power Diesel: Rp 14.620/liter

Vivo:

  • Revvo 92: Rp 12.390/liter
  • Revvo 95: Rp 12.930/liter
  • Diesel Primus: Rp 14.610/liter

BP-AKR (Jabodetabek):

  • BP 92: Rp 12.390/liter
  • BP Ultimate: Rp 12.930/liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp 14.620/liter

Menteri Bahlil mengimbau agar masyarakat tidak termakan spekulasi liar mengenai kenaikan harga di luar pernyataan resmi pemerintah. “Saya minta masyarakat info yang dipegang itu dari pemerintah, selain itu saya mohon kita lebih cerdas mengelola info. Tujuannya agar tetap stabil,” tutupnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com