NARASITODAY.COM, BOGOR – Rekaman CCTV dari sebuah minimarket di Bogor Selatan mendadak viral di jagat maya. Video tersebut memperlihatkan aksi rapi kawanan pencuri dengan modus ganjal mesin ATM yang berhasil menguras tabungan seorang warga. Tidak tanggung-tanggung, uang sebesar Rp12 juta raib dari rekening korban tanpa ia sadari saat itu juga.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi warga untuk selalu waspada saat melakukan transaksi di tempat umum, terutama ketika tiba-tiba didatangi orang tak dikenal yang menawarkan bantuan.
Dalam potongan video yang beredar, suasana tampak biasa saja sampai seorang pria yang merupakan korban mulai menunjukkan gestur kebingungan di depan mesin ATM. Di belakangnya, empat pria berdiri mengantre dengan tenang, seolah menunggu giliran.
Namun, ketenangan itu adalah bagian dari skenario. Satu per satu dari mereka mendekat, berpura-pura memberikan bantuan kepada korban yang kartunya tersangkut. Tanpa disadari, saat itulah proses pertukaran kartu atau pengambilan data terjadi.
Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Sonson Sudarsono, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah memburu kawanan tersebut.
“Benar, (kasus) sedang kita tangani,” ujar Kompol Sonson pada Selasa (7/4/2026).
Saldo Terkuras Tanpa Jejak
Peristiwa ini sebenarnya menimpa korban bernama Anggi Purnamasari pada Selasa (31/3). Awalnya, korban merasa hanya ada masalah teknis pada mesin tersebut. Namun, kecurigaan muncul saat ia memeriksa catatan tabungannya beberapa hari kemudian.
“Pada hari Selasa, tanggal 31 Maret, korban datang bersama teman-temannya, yang melaporkan ternyata saldo dalam rekeningnya telah berkurang sebesar Rp 12 juta. Dari rekening koran diketahui ada transaksi tanpa sepengetahuan korban sebesar Rp 12 juta,” jelas Sonson.
Korban baru benar-benar menyadari bahwa dirinya telah dijebak oleh kawanan profesional setelah melihat rekaman CCTV minimarket pada Minggu (5/4/2026) siang. Fakta ini baru terungkap jelas setelah rekaman visual menunjukkan interaksi yang tidak wajar antara para pelaku dan korban.
Tantangan dalam Penyelidikan
Sonson menyayangkan adanya keterlambatan informasi detail dari pihak korban saat laporan awal dibuat. Hal ini sempat menghambat proses identifikasi modus operandi yang digunakan para pelaku di lapangan.
“Pada saat korban datang ke Polsek Bogor Selatan tanggal 31 Maret dan tanggal 3 April belum menceritakan kalau ada dugaan kartu ATM-nya telah ditukar dan setelah mendapatkan rekaman CCTV tersebut juga tidak menyampaikan ke Polsek Bogor Selatan,” ungkap Sonson.
Meski demikian, pihak kepolisian kini terus bergerak untuk mengidentifikasi wajah para pelaku yang terekam kamera pengawas. Polisi juga tengah mengumpulkan bukti-bukti pendukung lainnya untuk mempersempit ruang gerak kawanan spesialis ganjal ATM ini.
“Saat ini kasusnya masih penyelidikan, kita masih pendalaman dan mencari petunjuk dan mencari rekaman CCTV,” imbuhnya menutup keterangan.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Pihak kepolisian mengimbau agar nasabah segera membatalkan transaksi dan tidak menerima bantuan dari orang asing jika kartu ATM tersangkut, serta segera menghubungi nomor resmi bank terkait untuk melakukan pemblokiran.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














