5 Ciri Bayi Kuning Berbahaya yang Tidak Boleh Diabaikan Orang Tua

0
bayi kuning
Ilustrasi bayi baru lahir yang terkena penyakit kuning.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kondisi bayi kuning atau dalam istilah medis dikenal sebagai Jaundice merupakan hal yang cukup umum terjadi pada bayi baru lahir. Biasanya, kondisi ini muncul karena tingginya kadar bilirubin dalam darah dan akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Namun, tidak semua bayi kuning bisa dianggap normal. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah serius yang berisiko mengganggu kesehatan bayi, bahkan menyebabkan komplikasi jangka panjang jika tidak ditangani dengan tepat.

Orang tua perlu memahami tanda-tanda bayi kuning yang berbahaya agar dapat segera mengambil tindakan medis. Berikut lima ciri yang tidak boleh diabaikan:

  1. Warna Kuning Menyebar hingga ke Seluruh Tubuh
    Pada kondisi normal, warna kuning biasanya hanya terlihat di wajah dan bagian atas tubuh. Namun, jika warna kuning sudah menyebar hingga ke perut, lengan, bahkan kaki, hal ini bisa menjadi tanda kadar bilirubin yang terlalu tinggi dan memerlukan penanganan segera.
  2. Bayi Terlihat Sangat Lemas dan Sulit Bangun
    Bayi yang mengalami kuning berbahaya cenderung tampak lemas, kurang aktif, dan sulit dibangunkan untuk menyusu. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menandakan gangguan pada sistem saraf akibat kadar bilirubin yang tinggi.
  3. Tidak Mau Menyusu atau Nafsu Makan Menurun
    Salah satu tanda penting yang sering terlewat adalah penurunan nafsu makan. Bayi yang enggan menyusu berisiko mengalami dehidrasi, yang justru dapat memperparah kondisi jaundice.
  4. Tangisan Bernada Tinggi (High-Pitched Cry)
    Tangisan bayi yang terdengar tidak biasa, lebih melengking atau bernada tinggi, bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada otak. Dalam kondisi serius, hal ini berkaitan dengan risiko Kernicterus, yaitu kerusakan otak akibat penumpukan bilirubin.
  5. Demam atau Kejang
    Jika bayi kuning disertai demam atau bahkan kejang, ini merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera. Gejala ini menunjukkan bahwa tubuh bayi sedang mengalami gangguan serius yang tidak boleh ditunda penanganannya.
Baca Juga :  Kenali 5 Alasan Bercak Merah pada Mata dan Ketahui Apakah Itu Hal Biasa

Pentingnya Deteksi Dini
Meskipun banyak kasus bayi kuning yang tergolong ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, orang tua tetap harus waspada terhadap perubahan kondisi bayi. Pemeriksaan rutin ke tenaga medis sangat dianjurkan, terutama pada minggu pertama kehidupan bayi.

Baca Juga :  Kuliner Idaman! Ayam Bakar Bumbu Kuning Rempah, Mudah & Bikin Ketagihan

Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius dan memastikan tumbuh kembang bayi tetap optimal. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter jika menemukan tanda-tanda yang mencurigakan.

Kesehatan bayi adalah prioritas utama. Dengan mengenali ciri-ciri bayi kuning berbahaya, orang tua dapat memberikan perlindungan terbaik sejak dini.***

Baca Juga :  Tantrum Anak Hilang! 5 Tips Emas Orang Tua Pintar Hadapi Penolakan

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com