NARASITODAY.COM, HIDDEN HILLS – Di balik gerbang megah kawasan Hidden Hills yang menjanjikan privasi dan kemewahan, sebuah drama hukum kini menghampiri Kylie Jenner. Mantan pekerja rumah tangganya, Angelica Vasquez, resmi mengajukan gugatan hukum atas dugaan perundungan (bullying) dan perilaku diskriminatif yang dialaminya selama bekerja untuk sang selebritas.
Vasquez menuntut ganti rugi atas upah yang belum dibayar, penderitaan emosional, serta kerugian lainnya. Meskipun serangan psikologis tersebut dilakukan oleh sesama pekerja, Kylie Jenner turut terseret sebagai terdakwa karena dianggap lalai dalam menangani laporan pekerjanya.
Dalam dokumen pengadilan yang dirilis pada Selasa (21/4/2026), Vasquez mengungkapkan rasa terasingnya di rumah bintang The Kardashians tersebut. Ia merasa “dimusuhi dan dikucilkan” oleh dua kepala pekerja rumah tangga bernama Patsy dan Elsi.
“Patsy mempertanyakan kehadiran Vasquez, memaksanya menunggu bersama seorang petugas keamanan, dan memperjelas bahwa Vasquez tidak diterima,” demikian isi dokumen pengadilan sebagaimana diberitakan oleh Page Six.
Luka emosional Vasquez semakin dalam karena ia mengaku kerap direndahkan di hadapan rekan kerja lainnya. Alasan diskriminasi tersebut diduga berakar pada ras, asal kebangsaan, hingga agama yang dianutnya. Bahkan, aksen Vasquez yang berasal dari El Salvador, Amerika Tengah, tak luput dari ejekan kedua atasannya tersebut.
Beban Pekerjaan dan Tekanan Mental
Bukan hanya soal kata-kata, Vasquez mengklaim adanya ketidakadilan dalam pembagian tugas. Ia merasa sengaja diberikan pekerjaan paling berat dan diisolasi dari tim kebersihan.
Perlakuan intimidatif ini berlangsung sejak ia dipindahkan ke rumah Kylie Jenner di Hidden Hills pada September 2024, setelah sempat bekerja di kediaman klan Kardashian di Beverly Hills. Setahun bertahan dalam tekanan, Vasquez akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada Agustus 2025.
Alasannya bukan sekadar beban fisik, melainkan kondisi mental yang kian rapuh. Ia mengaku mengalami kecemasan akut serta gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD) akibat kondisi kerja yang dianggapnya sangat tidak bersahabat.
Kylie Jenner Sebagai Terdakwa
Meskipun Kylie Jenner tidak secara langsung melakukan perundungan tersebut, namanya tercantum dalam gugatan karena tanggung jawabnya sebagai pemberi kerja. Vasquez menuding Jenner gagal merespons keluhan dan kekhawatiran yang telah ia sampaikan terkait perlakuan Patsy dan Elsi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perwakilan Kylie Jenner belum memberikan tanggapan atau informasi resmi terkait tuntutan ganti rugi yang bersifat menghukum tersebut.
Kini, sementara publik melihat gaya hidup mewah Kylie melalui layar ponsel, di balik layar, pengadilan California akan segera menguji apakah kemewahan itu juga menyimpan sisi gelap dalam hubungan industrial antar-pekerjanya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














