
NARASITODAY.COM, BEKASI – Gemuruh besi tua yang saling beradu memecah keheningan malam di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Sebuah insiden maut yang melibatkan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengubah perjalanan pulang ratusan penumpang menjadi sebuah tragedi yang memilukan.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 20:52 WIB ini dipicu oleh sebuah taksi yang nekat menerobos dan menemper KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal. Benturan awal tersebut membuat KRL berhenti mendadak di lintasan. Malangnya, dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek yang tengah melaju tak mampu menghindari posisi KRL, hingga tabrakan hebat pun tak terelakkan.
Proses Evakuasi di Bawah Bayang-bayang Pilu
Hingga Senin malam, petugas gabungan masih berjibaku di lapangan. Di tengah temaram lampu evakuasi, jeritan sirene ambulans silih berganti membawa para korban menuju rumah sakit terdekat.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengonfirmasi bahwa data korban terus mengalami pembaruan seiring dengan berjalannya proses penyisiran di gerbong-gerbong yang ringsek.
“Ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada 4 orang yang teridentifikasi meninggal dunia. Ini kami upayakan secepatnya,” kata Anne Purba di lokasi kejadian.
Data ini sedikit berbeda dari laporan awal yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, yang sebelumnya menyebutkan 3 korban tewas dan 29 orang dilarikan ke rumah sakit. Para korban saat ini tersebar di tiga fasilitas kesehatan utama, yakni RS Primaya, RSUD Kota Bekasi, dan RSUD Bantar Gebang.
Perjalanan Terhenti Total
Imbas dari kecelakaan fatal ini, nadi transportasi kereta api menuju arah timur Jakarta lumpuh seketika. Untuk mempermudah ruang gerak tim evakuasi dan alat berat di titik tabrakan, PT KAI mengambil langkah darurat dengan menghentikan operasional keberangkatan.
“Untuk mempercepat proses evakuasi, kereta dari Gambir dan Senen disetop sementara,” tambah Anne.
Catatan Kelam di Bulak Kapal
Ini menyoroti kembali kerawanan di pelintasan Bulak Kapal yang sering kali menjadi titik kritis kecelakaan. Kecerobohan satu unit kendaraan di jalur perlintasan langsung kini harus dibayar mahal dengan nyawa dan trauma mendalam bagi puluhan penumpang lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya memisahkan rangkaian kereta yang bertumpukan dan memastikan tidak ada lagi korban yang terjepit di antara puing-puing gerbong yang hancur. Jalur Bekasi Timur diprediksi belum bisa dilalui hingga proses pembersihan selesai dilakukan pada esok pagi.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













