Komite Kehakiman DPR Filipina Setujui Bukti Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte

0
Wakil Presiden
Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte.Foto : aljazeera.com

NARASITODAY.COM, MANILAKarier politik Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, kini berada di titik nadir. Dalam sebuah keputusan krusial yang diambil pada Rabu (29/4/2026), Komite Kehakiman DPR Filipina secara bulat menyatakan bahwa terdapat bukti yang cukup untuk melanjutkan proses pemakzulan terhadap putri mantan Presiden Rodrigo Duterte tersebut.

Langkah ini bukan sekadar urusan administratif; ini adalah guncangan besar yang berpotensi mengakhiri ambisi Sara untuk menduduki kursi kepresidenan di masa depan. Jika proses ini berujung pada vonis bersalah di tingkat Senat, Sara tidak hanya akan dicopot dari jabatannya, tetapi juga dilarang terjun ke dunia politik seumur hidup.

Awan Hitam di Atas Karier Sang Wakil Presiden

Suasana di ruang komite terasa tegang saat seluruh 53 anggota menyatakan kesepakatan mereka. Tuduhan yang dialamatkan kepada Sara tergolong berat, mulai dari dugaan penyalahgunaan dana publik, kekayaan yang dianggap tidak wajar, hingga ancaman kontroversial yang pernah terlontar terhadap keselamatan Presiden Ferdinand Marcos Jr. beserta keluarganya.

Baca Juga :  Antisipasi Topan Fung-wong, Taiwan Evakuasi Lebih dari 3.000 Warga

Bagi Sara, ini adalah serangan politik yang sistematis. Melalui tim hukumnya, ia menegaskan bahwa proses yang berlangsung telah keluar dari jalur hukum yang semestinya.

“Temuan adanya bukti yang cukup oleh komite kehakiman DPR bukanlah hal yang tidak terduga, mengingat arah proses yang telah berlangsung,” ujar pengacara Duterte dalam pernyataan resminya, dikutip dari Reuters.

Pihak Duterte juga melayangkan kritik tajam terhadap mekanisme persidangan di DPR yang dianggap melampaui kewenangan. “Kami dengan hormat menegaskan bahwa proses di hadapan komite tersebut menyimpang dari rancangan konstitusional. Alih-alih membatasi diri pada pengaduan yang telah diverifikasi, proses tersebut meluas ke hal-hal yang seharusnya menjadi bagian dari persidangan penuh,” lanjut sang pengacara.

Baca Juga :  Gen Z, Awas Jebakan Sepele! 5 Kebiasaan Ringan yang Bikin Hidupmu Runyam

Sentuhan drama politik ini tidak lepas dari pecahnya aliansi “Uniteam” yang memenangkan pemilu 2022. Sara Duterte dan Ferdinand Marcos Jr., yang dulunya merupakan kawan karib politik, kini berdiri di kubu yang berseberangan. Hubungan keduanya memburuk tajam dalam setahun terakhir, mengubah peta politik Filipina menjelang pemilu 2028.

Di sisi lain, Sara juga harus menghadapi kenyataan pahit bahwa keluarganya tengah dikepung masalah hukum internasional. Ayahnya, Rodrigo Duterte, kini sedang bersiap menghadapi persidangan di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait kebijakan keras “perang melawan narkoba” yang menelan ribuan nyawa.

Baca Juga :  Kapal Feri Tenggelam di Basilan, 8 Tewas dan Ratusan Dievakuasi

Langkah Selanjutnya

Setelah keputusan komite ini, pengaduan pemakzulan akan dibawa ke sidang pleno bulan depan. Dibutuhkan dukungan minimal sepertiga anggota DPR untuk meloloskan kasus ini ke persidangan resmi di Senat.

Jika sejarah berulang, Sara Duterte bisa menjadi pejabat tinggi kedua dalam sejarah Filipina yang dimakzulkan setelah Joseph Estrada pada 2001. Di tengah pusaran konflik kekuasaan ini, publik Filipina kini menantikan yakini apakah Sara akan mampu bertahan, ataukah ini adalah babak akhir dari klan Duterte di panggung tertinggi Manila?***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com