Hujan Material Vulkanik dan Upaya Menyelamatkan Pendaki Terjebak di Tengah Letusan Gunung Dukono

0
Gunung Dukono
Ilustrasi Letusan Gunung Dukono.Foto : Ist

NARASITODAY.COM, HALMAHERA UTARA – Langit pagi di Pulau Halmahera mendadak pekat saat Gunung Dukono memuntahkan amarahnya, Jumat (8/5/2026). Di balik kolom abu vulkanik raksasa setinggi 10 kilometer yang membubung ke angkasa, terselip drama penyelamatan nyawa yang mendebarkan. Sebanyak 20 pendaki dilaporkan terjebak di zona bahaya, memicu operasi SAR besar-besaran di tengah ancaman erupsi yang masih berlangsung.

Sembilan dari pendaki tersebut diketahui merupakan warga negara Singapura, sementara 11 lainnya adalah warga negara Indonesia (WNI). Mereka kini berada di antara hidup dan mati, menanti bantuan di tengah hujan material vulkanik yang menutup pandangan mata.

Sinyal SOS dari Jantung Erupsi

Ketegangan memuncak ketika Basarnas Command Center (BBC) menangkap sinyal sunyi namun darurat. Sebuah perangkat navigasi Garmin memancarkan kode SOS dari titik koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E sebuah lokasi yang terjepit di antara kontur terjal lereng Dukono. Sinyal ini menjadi satu-satunya petunjuk digital mengenai keberadaan para pendaki sesaat setelah letusan besar pukul 07.41 WIT terjadi.

Baca Juga :  Mengapa Gunung Butak Cocok untuk Pendaki Pemula? Simak 5 Faktanya

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa deteksi sinyal tersebut selaras dengan laporan yang masuk dari otoritas desa setempat.

“Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban,” jelas Iwan dalam keterangannya, Jumat pagi.

Operasi Kemanusiaan di Medan Berat

Merespons panggilan darurat tersebut, puluhan personel gabungan dari Tim Rescue Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, Kodim Tobelo, hingga BPBD langsung diterjunkan. Mereka harus beradu cepat dengan aktivitas vulkanik yang fluktuatif demi mencapai lokasi koordinat yang dilaporkan.

Baca Juga :  Ide Lauk Harian, Tetelan Sapi Oseng Acar Pedas Manis yang Bikin Selera Makan Meningkat

Iwan menegaskan bahwa sinergi antarunsur menjadi kunci utama dalam operasi yang berisiko tinggi ini.

“Kami telah mengerahkan puluhan personel, termasuk kepolisian, untuk mencari 20 pendaki yang terjebak akibat erupsi,” kata Iwan.

Hingga pukul 09.56 WIT, tim dilaporkan telah mencapai Posko Pengamatan Gunung Dukono untuk melakukan koordinasi akhir sebelum merangsek masuk lebih jauh ke area terdampak. Masyarakat setempat yang lebih mengenal medan juga turut membantu petugas dalam upaya penyisiran jalur-jalur tikus yang mungkin digunakan para pendaki.

Baca Juga :  Merah Putih di Hati, Empat Pemain Belanda Bersiap Ukir Sejarah di Timnas Putri

Bayang-Bayang Abu Vulkanik

Meskipun kolom abu vulkanik mencapai ketinggian yang fantastis dan menutupi sebagian wilayah Halmahera Utara, hingga saat ini otoritas bandara melaporkan belum ada gangguan signifikan terhadap arus penerbangan di wilayah Maluku Utara.

Namun, di daratan, situasi tetap kritis. Fokus utama saat ini adalah mengevakuasi ke-20 jiwa tersebut sebelum kondisi gunung kembali memburuk. Di kaki Gunung Dukono, keluarga para pendaki dan tim penyelamat kini hanya bisa berharap pada ketangguhan fisik para penyintas dan kecepatan tim SAR yang sedang berjuang menembus selimut abu demi membawa mereka pulang dengan selamat.***

Editor : Alysa

Sumber : kumparan.com