Sepak Bola Indonesia Kembali Membara, DPR RI Desak Pemerintah dan PSSI Evaluasi Total

0
sepak bola
kericuhan suporter sepak bola di stadion saat pertandingan Liga Indonesia berlangsung.Foto : fajarasia.id

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di saat asa publik membubung tinggi melihat transformasi sepak bola nasional, wajah kompetisi domestik justru kembali tercoreng oleh aksi anarkis di tribun penonton.

Rentetan kericuhan suporter yang pecah di beberapa stadion baru-baru ini memicu reaksi keras dari Senayan. DPR RI secara resmi mendesak Pemerintah dan PSSI untuk segera melakukan audit dan evaluasi radikal terhadap tata kelola Liga Indonesia.

Parlemen menaruh perhatian tajam pada dua insiden hitam yang terjadi secara beruntun awal bulan ini. Pertama, amuk massa suporter yang berujung pada perusakan fasilitas stadion usai laga Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe pada 8 Mei. Selang sehari, tepatnya 9 Mei, atmosfer laga di Sleman juga mencekam akibat aksi penyalaan flare massal yang membahayakan keselamatan di dalam stadion.

Baca Juga :  124 Orang Ditangkap dalam Bentrokan Ultras vs Casuals di Futsal Sporting-Benfica

Kondisi ini dinilai sebagai lampu merah yang tidak boleh diabaikan, terutama di tengah kerja keras membenahi sepak bola nasional di bawah pengawasan ketat FIFA.

“Situasi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mencoreng citra sepak bola nasional di tengah proses pembenahan tata kelola kompetisi pasca evaluasi FIFA,” tulis DPR dalam unggahan resminya di akun Instagram, Rabu (20/5/2026).

DPR menegaskan bahwa jaminan keselamatan di dalam stadion adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi jika ingin membangun industri olahraga yang sehat.

“Pembenahan sistem keamanan pertandingan dinilai harus terus diperkuat agar sepak bola Indonesia berjalan profesional dan kondusif,” tambah DPR dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga :  Atlet Gimnastik Indonesia Naufal Takdir Al Bari Meninggal Dunia Saat Pelatihan di Rusia

Sebagai langkah konkret, parlemen mendorong pemerintah untuk segera menguji ulang tata kelola kompetisi nasional, mendesak PSSI menjatuhkan hukuman berat tanpa tebang pilih kepada pihak yang lalai, meninjau efektivitas pengawasan federasi, serta merombak total sistem keamanan pertandingan di lapangan.

Mengubah Fanatisme Menjadi Prestasi

Keresahan atas berulangnya tragedi di stadion ini juga disuarakan oleh pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi urusan olahraga. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, memandang bahwa fanatisme dan energi meluap-luap dari para suporter seharusnya bisa dikanalisasi menjadi bahan bakar kemajuan, bukan justru menjadi mesin perusak.

“Energi besar suporter dan generasi muda harus diarahkan menjadi kekuatan positif untuk membangun sepak bola nasional yang berprestasi, berbudaya, dan berkeadaban,” ujar Esti penuh harap.

Baca Juga :  Turki Desak UEFA dan FIFA Diskors Israel dari Kompetisi Sepak Bola Internasional

Senada dengan koleganya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai regulasi dan sanksi yang ada saat ini masih tumpul dalam memberikan efek jera. Jika pola kerusuhan yang sama terus berulang tanpa ada solusi konkret dari federasi, maka tidak ada pilihan lain selain merombak sistem dari akarnya.

DPR mendorong evaluasi total terhadap pengelolaan sepak bola apabila dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan yang terus berulang,” tegas Lalu.

Kini, publik sepak bola tanah air menunggu ketegasan dari PSSI dan Pemerintah. Apakah momentum pembenahan pasca-evaluasi FIFA ini akan berjalan mulus, atau justru kembali kandas akibat ego kelompok dan lemahnya penegakan hukum di atas rumput hijau.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com