NARASITODAY.COM,SEOUL – Ruang digital Korea Selatan yang sempat gempar oleh rumor asmara terlarang aktor megabintang Kim Soo Hyun akhirnya kembali tenang. Tabir gelap yang sempat menyelimuti reputasi bintang utama Queen of Tears (2024) tersebut kini tersingkap, menyisakan plot hukum yang berbalik arah menyerang sang penyebar isu.
Dilansir dari Korea JoongAng Daily, Jumat (22/5/2026), Kantor Polisi Gangnam Seoul resmi menghentikan penyelidikan atas tuduhan yang menyebut Kim Soo Hyun pernah mengencani aktris Kim Sae Ron saat sang aktris masih di bawah umur.
Kasus ini resmi ditutup setelah polisi menemukan fakta mencengangkan yaitu seluruh barang bukti yang disodorkan oleh Kim Se Ui, YouTuber di balik kanal kontroversial Hoverlab, adalah produk manipulasi kecerdasan buatan (AI) alias palsu.
Buntut dari skandal fitnah digital ini, aparat kepolisian langsung bergerak cepat dengan menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Kim Se Ui pada Rabu (20/5/2026) lalu.
Kejahatan Terencana Berbasis Teknologi AI
Berdasarkan dokumen dalam surat perintah penangkapan tersebut, polisi mendapati bahwa bukti-bukti “bom” yang sebelumnya dipamerkan Kim Se Ui ke publik mulai dari tangkapan layar (screenshot) obrolan aplikasi KakaoTalk hingga rekaman file audio tidak ada yang asli.
Arsip percakapan intim tersebut sengaja direkayasa sedemikian rupa menggunakan teknologi manipulasi AI tingkat tinggi agar terlihat seolah-olah Kim Soo Hyun melakukan kontak terlarang dengan Kim Sae Ron. Ironisnya, narasi fiktif ini sengaja dipelihara oleh Kim Se Ui demi meraup keuntungan pribadi dan menaikkan traksional kanal YouTube miliknya.
“Tersangka menyebarkan informasi palsu dengan maksud untuk mencemarkan nama baik Kim Soo Hyun, meskipun sepenuhnya menyadari bahwa dia tidak pernah menjalin hubungan dengan almarhumah sejak dia masih di bawah umur,” tulis pihak kepolisian secara tegas dalam surat perintah penangkapan tersebut.
Drama hukum ini kian melebar ke lingkaran dalam. Selain menjerat sang YouTuber, polisi juga secara mengejutkan menetapkan kuasa hukum atau pengacara dari keluarga Kim Sae Ron sebagai tersangka baru.
Pihak berwajib membeberkan bahwa sang pengacara tidak hanya berperan sebagai pemasok materi palsu kepada Hoverlab, tetapi juga ikut aktif memperkuat dan mereproduksi narasi sesat tersebut ke ruang publik.
“(Mereka) melakukan kejahatan secara terorganisir dan terencana,” tambah pihak kepolisian Gangnam.
Plot Twist: Perlawanan Sang YouTuber
Kendati posisinya sudah tersudut oleh bukti forensik digital, Kim Se Ui tidak tinggal diam. Sebuah kelokan cerita (plot twist) muncul saat mantan jurnalis tersebut secara terbuka menolak surat penangkapan yang dilayangkan kepadanya.
Dengan retorika perlawanan, Kim Se Ui menuding bahwa langkah hukum yang diambil kepolisian saat ini adalah pesanan khusus. Ia mengeklaim penangkapan dirinya sengaja dilakukan sebagai upaya pembungkaman terstruktur agar dirinya gagal merilis sebuah laporan investigasi besar yang melibatkan elite politik faksi atas.
Menurut pembelaan Kim Se Ui, pihaknya tengah mematangkan berkas laporan mengenai skandal kejahatan seksual yang diduga melibatkan seorang politisi senior Korea Selatan yang terjadi di Vietnam.
“Tapi surat penangkapan tiba-tiba dikeluarkan, menghalang-halangi proses kami melaporkan hal tersebut,” cetus Kim Se Ui membela diri.
Meski proses saling tuduh di luar substansi kasus terus bergulir, posisi Kim Soo Hyun kini telah sepenuhnya dibersihkan oleh hukum dari jerat rumor manipulatif tersebut.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














