
NARASITODAY.COM, BOGOR- Barisan Jalmi Peduli (BARJAP) menggelar khitanan massal gratis dalam rangka Festival Adat dan Budaya Saba Lembur II di Kampung Cibuluh, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan sosial tersebut diprakarsai oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nurodin atau yang akrab disapa Jaro Peloy, bekerja sama dengan lembaga sosial Pasukan Sunat.
Jaro Peloy mengatakan, program khitanan massal telah menjadi agenda rutin BARJAP setiap kali terdapat kegiatan masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan sunatan massal masih bisa terus berjalan setiap ada kegiatan. Kalau memang ada masyarakat yang membutuhkan, komunitas BARJAP bekerja sama dengan Pasukan Sunat untuk memberikan layanan khitanan secara gratis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan Pasukan Sunat telah berlangsung selama tujuh tahun dan telah membantu ribuan anak menjalani khitan.

“Kerja sama ini sudah berjalan tujuh tahun. Alhamdulillah sudah sekitar 3.600 lebih anak yang berhasil kami khitan,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan khitanan massal pada Festival Saba Lembur II merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan keberkahan dalam rangkaian kegiatan budaya masyarakat.
“Hari ini dalam rangka Festival Saba Lembur. Untuk mendapatkan keberkahan, kami melaksanakan kegiatan khitanan massal secara gratis,” ucapnya.
Selain layanan khitan tanpa biaya, setiap peserta juga menerima perlengkapan sekolah serta bantuan uang tunai sebagai bentuk dukungan bagi keluarga.
Warga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada BARJAP dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi khitanan massal.
Jaro Peloy menambahkan, pelayanan yang diberikan Pasukan Sunat menggunakan metode modern tanpa di jahit sehingga memberikan kenyamanan bagi anak-anak.
“Kalau dihitung secara materi, nilainya bisa mencapai sekitar Rp2 juta per anak karena menggunakan metode dan obat yang berbeda, tidak lagi memakai jahitan, melainkan alat khusus. Namun seluruh layanan ini kami berikan secara gratis dan Alhamdulillah berjalan lancar,” jelasnya.
Ia menilai khitan merupakan momen penting dalam kehidupan seorang laki-laki. Namun, masih banyak masyarakat di pedesaan yang kesulitan melaksanakannya karena keterbatasan biaya.
“Khitan adalah sesuatu yang sangat spesial dalam hidup seorang laki-laki karena hanya dilakukan sekali seumur hidup. Di kampung masih banyak yang kesulitan melaksanakan khitan karena faktor ekonomi. Dari situlah gerakan sosial kami hadir untuk memberikan solusi,” ungkapnya.
Menurut Jaro Peloy, selain memiliki nilai kesehatan dan sosial, khitan juga memiliki makna penting dalam ajaran Islam sehingga pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan khitan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Khitan juga merupakan bagian dari syariat Islam. Karena itu kami ingin membantu masyarakat, terutama yang terkendala ekonomi, agar anak-anak mereka tetap bisa dikhitan tanpa dipungut biaya,” tutupnya.
Wartawan : Andreas












