NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Presiden Donald Trump dijadwalkan akan menandatangani rancangan undang-undang (RUU) pada hari Rabu malam pukul 21.45 Waktu Timur (ET) untuk secara resmi mengakhiri penutupan (shutdown) pemerintahan Amerika Serikat, demikian menurut pengumuman dari Gedung Putih.
Langkah penandatanganan ini menyusul tindakan prosedural yang diambil oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada hari yang sama untuk menghentikan shutdown yang tercatat sebagai yang terpanjang dalam sejarah AS.
RUU pendanaan sementara ini bertujuan untuk memulihkan bantuan pangan, melakukan pembayaran gaji kepada ratusan ribu pegawai federal, dan menormalkan kembali sistem pengendalian lalu lintas udara yang sempat terganggu.
DPR, yang saat itu dikuasai oleh Partai Republik, menyetujui langkah menuju pemungutan suara akhir dengan hasil 213–209. Dukungan ini didorong oleh pengaruh kuat Presiden Trump yang berhasil menjaga kesolidan partainya, meskipun menghadapi penolakan keras dari faksi Demokrat.
Shutdown ini awalnya dipicu oleh kebuntuan antara Senat dan DPR terkait perpanjangan subsidi asuransi kesehatan federal. Meskipun demikian, delapan senator dari Partai Demokrat akhirnya mendukung RUU pendanaan tersebut pada hari Senin, yang memperpanjang pendanaan pemerintah hingga 30 Januari, di samping menambah sekitar US$1,8 triliun per tahun pada utang nasional AS yang kini mencapai US$38 triliun.
Anggota DPR dari Partai Republik, David Schweikert dari Arizona, menyindir kebuntuan politik yang terjadi dengan mengibaratkan situasinya seperti episode komedi:
“Saya merasa seperti sedang berada dalam episode Seinfeld kita sudah melewati 40 hari dan saya masih tidak tahu jalan ceritanya.”
“Saya pikir ini hanya akan berlangsung 48 jam orang akan meluapkan emosinya, lalu kita kembali bekerja. Tapi sekarang, mengapa amarah menjadi kebijakan?”
Di sisi lain, sejumlah anggota Demokrat di DPR tetap menentang keras kesepakatan Senat tersebut. Kemenangan besar partai mereka dalam pemilu di New Jersey, Virginia, dan New York City sebelumnya diyakini akan memperkuat posisi tawar mereka untuk memperpanjang subsidi asuransi kesehatan.
Dalam pidato perpisahannya sebelum mengundurkan diri dari Kongres, Mikie Sherrill, anggota DPR Demokrat yang baru terpilih sebagai Gubernur New Jersey, menyampaikan seruan tajam kepada rekan-rekannya:
“Tidak menjadikan DPR hanya sebagai stempel merah upacara bagi pemerintahan yang mengambil makanan dari anak-anak dan mencabut layanan kesehatan.”***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














