Ukraina Gempur Fasilitas Minyak Terbesar Rusia di Laut Hitam, Dua Kapal Perang Ikut Disasar

0
Ukraina
Ilustrasi bendera ukraina dan rusia.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, KYIV –  Di pesisir Laut Hitam mendadak merah membara ketika armada drone Ukraina kembali menemukan sasarannya. Di tengah kegelapan, fasilitas energi yang menjadi urat nadi perekonomian sekaligus penyokong mesin perang Kremlin, kini berubah menjadi lautan api. Konflik kedua negara kian bergeser pada pelumpuhan sektor-sektor strategis di dalam wilayah Rusia.

Militer Ukraina pada Sabtu (23/5/2026) mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menyerang terminal minyak Sheskharis salah satu infrastruktur pelabuhan minyak terbesar milik Rusia di Laut Hitam serta depot minyak Grushova yang terletak tidak jauh dari lokasi tersebut.

Melalui pernyataan resmi di aplikasi Telegram, Staf Umum Ukraina mengonfirmasi bahwa serangan yang diluncurkan sepanjang malam itu memicu kebakaran hebat di terminal Sheskharis. Selain fasilitas darat, mereka juga menyatakan bahwa sebuah kapal tanker bernama Chrysalis turut terkena hantaman di perairan Laut Hitam.

Baca Juga :  Serangan Udara Thailand Terhadap Wilayah Sengketa Kamboja Picu Eskalasi Konflik

Langkah ini menandai strategi baru Kyiv yang secara tajam meningkatkan intensitas, jumlah, dan skala serangan terhadap fasilitas penyulingan serta transportasi minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Target utamanya adalah memangkas pendapatan Moskow dari ekspor minyak dan gas, yang selama ini digunakan Kremlin untuk mendanai invasi mereka.

Komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, membeberkan skala masif dari operasi udara yang mereka lakukan sepanjang bulan ini.

“Dalam 23 hari pertama bulan Mei, drone Ukraina telah menyerang 13 fasilitas minyak utama Rusia,” kata Brovdi pada Sabtu (23/5).

Baca Juga :  Pembongkaran Paksa 13 Lapak PKL di Ciherang, Pol PP Bertindak Tegas

Lebih lanjut, Brovdi awal pekan ini juga sempat mengklaim bahwa enam dari 10 kilang minyak terbesar di Rusia kini telah menghentikan proses pengolahan minyak mentah akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan Ukraina. Kendati demikian, kantor berita Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi klaim pemutusan operasional kilang tersebut secara independen.

Pabrik Kimia Militer dan Kapal Perang Jadi Sasaran Baru

Perluasan target serangan Ukraina tidak hanya menyasar sektor hidrokarbon. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menyatakan bahwa pesawat tanpa awak mereka juga telah menyusup jauh ke wilayah Perm untuk menggempur Metafrax Chemical, sebuah pabrik kimia raksasa Rusia.

Zelenskiy menegaskan bahwa pabrik tersebut merupakan pemasok produk-produk penting bagi kompleks industri militer Rusia. Ia menambahkan bahwa fasilitas kimia tersebut kini telah sepenuhnya berhenti beroperasi pasca-serangan.

Baca Juga :  Formasi PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat Dibuka Kemensos, Pendaftaran Ditutup 7 Desember

Tak berhenti di situ, armada laut Rusia pun tidak luput dari ancaman. Dalam pesan terpisah yang diunggah di saluran Telegram miliknya, Robert Brovdi mengabarkan bahwa pada Sabtu pagi, drone Ukraina melancarkan serangan udara ke dekat pangkalan angkatan laut Novorossiysk. Targetnya adalah dua kapal perang strategis Rusia, yakni sebuah fregat militer dan sebuah kapal rudal berteknologi hovercraft.

“Besarnya kerusakan belum diketahui,” tambah Brovdi mengenai dampak serangan terhadap dua kapal perang tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Moskow belum memberikan pernyataan resmi terkait tingkat kerusakan di terminal Sheskharis maupun klaim lumpuhnya sejumlah fasilitas industri mereka.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber