NARASITODAY.COM, NEWARK – Kebijakan penghapusan petugas imigrasi di Bandara Internasional Liberty Newark, New Jersey, memicu gelombang keprihatinan besar dari para pelaku industri pariwisata Amerika Serikat (AS). Langkah kontroversial ini dinilai dapat menjadi hantaman keras yang melumpuhkan sektor pariwisata sekaligus mencederai perekonomian nasional seketika.
Dalam rilis resminya pada Jumat (29/5/2026), U.S. Travel Association memperingatkan bahwa pemangkasan personel di salah satu gerbang utama AS tersebut berpotensi memicu kerugian finansial yang masif dan berkepanjangan. Tidak main-main, kebijakan ini diprediksi bisa melenyapkan potensi belanja wisatawan asing hingga mencapai US$ 8 miliar (sekitar Rp 130 triliun) per tahun.
Bandara Newark, yang secara geografis merupakan penyangga utama bagi metropolitan New York City, memegang peranan krusial dalam mobilitas global. Setiap tahunnya, koridor sibuk ini memproses kepulangan sekitar 5 juta warga negara AS yang kembali dari perjalanan internasional, belum termasuk jutaan pelancong asing yang masuk ke Negeri Paman Sam.
Ujian Berat Menjelang Piala Dunia
Sentuhan efisiensi sepihak yang mengorbankan pos pemeriksaan fisik ini dikhawatirkan akan mengubah bandara menjadi labirin antrean yang melelahkan. Ironisnya, ancaman kelumpuhan sistematis ini terjadi justru di saat AS sedang bersiap menyambut salah satu hajatan olahraga terbesar di planet bumi.
“Jutaan pengunjung internasional akan menghadapi gangguan yang sama, dan dengan Piala Dunia FIFA yang tinggal beberapa minggu lagi, dampaknya terhadap reputasi Amerika sebagai destinasi yang ramah akan sangat signifikan dan berlangsung lama,” demikian pernyataan resmi dari U.S. Travel Association.
Kepanikan industri ini bukanlah tanpa alasan. Di tengah hitungan mundur menuju kick-off FIFA World Cup 2026 yang akan digelar di kawasan Amerika Utara, kesiapan serta keramahan infrastruktur gerbang udara AS kini tengah berada di bawah mikroskop global.
Jika antrean panjang dan kekacauan administrasi menjadi pemandangan pertama yang menyambut para suporter sepak bola dari berbagai belahan dunia di Newark, maka citra AS sebagai destinasi impian dipertaruhkan.
Kini, para pelaku industri perjalanan hanya bisa berharap pemerintah meninjau ulang kebijakan tersebut sebelum peluit pertama Piala Dunia ditiup dan kerugian miliaran dolar benar-benar menjadi kenyataan.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id














