Italia Larang Dua Konser Kanye West dan Travis Scott di Reggio Emilia karena Kekhawatiran Ketertiban

0
Italia
Jacques Bermon Webster II, dikenal secara profesional sebagai Travis Scott, adalah seorang rapper, penyanyi, penulis lagu, dan produser rekaman Amerika. Foto : hypebeast.com

NARASITODAY.COM, REGGIO EMILIAGemuruh musik hip-hop yang sedianya mengguncang utara Italia musim panas ini mendadak senyap. Pemerintah kota Reggio Emilia secara resmi melarang dua konser megah yang menghadirkan rapper papan atas asal Amerika Serikat, Kanye West dan Travis Scott, yang awalnya dijadwalkan mentas pada Juli mendatang.

Keputusan drastis ini diambil langsung oleh Prefek setempat, Salvatore Angieri. Ia memerintahkan pembatalan total demi menjaga ketertiban umum dan mengantisipasi potensi gelombang aksi protes yang bisa menyulut kerusuhan.

Riwayat Kontroversi Dua Bintang

Langkah tegas otoritas Italia tidak lahir dari ruang hampa. Di belakang nama besar Kanye West yang kini akrab disapa Ye dan Travis Scott, berjejer rekam jejak kontroversi yang membayangi reputasi mereka.

Ye belakangan ini layaknya “persona non grata” di panggung Eropa. Rentetan pembatalan turnya dipicu oleh pernyataan-pernyataan anti-Semit di masa lalu, termasuk pujian kontroversialnya terhadap Adolf Hitler serta penggunaan citra Nazi dalam karyanya.

Baca Juga :  Mayang Clara, Konten Kreator “Tatiratata” yang Jadi Inspirasi Gen Z

Di sisi lain, Travis Scott datang dengan bayang-bayang tragedi kelam Astroworld Festival 2021 di Houston. Insiden desak-desakan penonton yang merenggut 10 nyawa dan melukai ratusan orang dalam konser Scott kala itu, membuat otoritas keamanan di berbagai negara kini berpikir dua kali sebelum mengizinkannya naik panggung.

Logistik yang Berisiko Tinggi

Sedianya, Travis Scott diplot untuk menghentak panggung “Pulse of Gaia Festival” pada 17 Juli di RCF Arena sebuah arena raksasa berkapasitas 103.000 kursi. Ketegangan dipastikan meningkat karena Ye dijadwalkan mengisi panggung yang sama persis pada keesokan harinya.

Baca Juga :  Awal 2026 Diramaikan RIIZE dan ATEEZ, Dua Konser Besar Siap Guncang Jakarta

Salvatore Angieri menjelaskan bahwa keputusan pembatalan ini merupakan respons langsung atas desakan kelompok konsumen CODACONS serta komunitas Yahudi di Modena dan Reggio Emilia yang menolak keras kehadiran Ye.

Selain faktor penolakan emosional warga, Angieri juga menyoroti risiko logistik yang terlalu besar dalam waktu yang sangat mepet.

“Pihak berwenang menyebutkan waktu yang berdekatan antara kedua pertunjukan dan tingginya jumlah penonton yang diperkirakan akan datang dalam waktu 24 jam sebagai faktor di balik larangan tersebut. Mereka juga menunjuk pada pembatalan konser Ye lainnya di Eropa dan ‘risiko nyata’ protes.”

Nasib Berbeda di Negara Tetangga

Penolakan Italia menambah panjang daftar negara Eropa yang menutup pintu bagi Ye. Sebelumnya pada bulan April, Inggris secara blak-blakan menolak visa masuk Ye karena kehadirannya dinilai “tidak bermanfaat bagi kepentingan umum.” Nasib serupa menimpanya di Prancis, Polandia, dan Swiss yang kompak membatalkan jadwal konsernya.

Baca Juga :  Manohara Ungkap Trauma Masa Kecil, Akui Sering Dibawa Ibu ke Dukun

Kendati demikian, sang rapper tidak sepenuhnya kehilangan panggung. Ye, yang sempat berdalih bahwa ucapan-ucapan liarnya di masa lalu adalah dampak dari gangguan bipolar yang tidak diobati, masih menemukan celah di negara lain.

Ia dijadwalkan tetap tampil di Istanbul, Turki, serta telah mengantongi izin manggung di Belanda bulan depan setelah menteri migrasi setempat menyatakan tidak ada dasar hukum untuk mencekalnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Ye, Travis Scott, maupun promotor acara di Italia masih memilih bungkam dan belum memberikan komentar resmi terkait pembatalan tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id