
NARASITODAY.COM, LIVERPOOL – Kebersamaan kokoh antara Ibrahima Konate dan Liverpool FC akhirnya resmi mencapai garis akhir. Raksasa Premier League tersebut mengonfirmasi bahwa sang bek tangguh asal Prancis akan segera mengemas barang-barangnya dan melangkah keluar dari Anfield pada bursa transfer musim panas ini.
Pengumuman yang menandai akhir dari lima tahun masa bakti Konate tersebut dirilis langsung oleh manajemen klub pada Minggu (31/5/2026) malam waktu setempat.
“Liverpool FC dapat mengkonfirmasi bahwa Ibrahima Konate akan meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir pada musim panas ini,” bunyi pernyataan resmi Liverpool.
Masa kerja Konate bersama The Reds sejatinya akan habis pada akhir Juni 2026. Keputusan hengkang ini menjadi antiklimaks setelah negosiasi perpanjangan masa bakti antara kedua belah pihak menemui jalan buntu. Bek berusia 27 tahun itu dilaporkan mantap menolak proposal kontrak baru yang disodorkan manajemen lantaran tidak puas dengan nilai tawaran gaji yang diajukan.
Warisan Trofi dan Perpisahan yang Emosional
Konate pertama kali menginjakkan kaki di Merseyside pada musim panas 2021 setelah ditebus dari klub Jerman, RB Leipzig. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi salah satu pilar benteng pertahanan yang disegani dengan catatan 183 penampilan dan sumbangan tujuh gol di semua kompetisi.
Pemain bernomor punggung 5 ini tidak pergi dengan tangan kosong. Konate meninggalkan Anfield sebagai seorang pemenang dengan koleksi medali yang mentereng, termasuk trofi prestisius Premier League musim 2024/2025 yang baru saja diraihnya. Selain itu, ia juga mempersembahkan trofi Piala FA, dua gelar Piala Carabao, dan satu trofi FA Community Shield.
Namun, di balik gemerlap trofi yang diraihnya, perjalanan Konate di Liverpool juga diwarnai oleh drama kehidupan dan duka yang mendalam. Dalam pesan perpisahan emosionalnya, ia mengenang bagaimana ruang ganti Liverpool menguatkannya di masa-masa sulit, termasuk saat klub kehilangan Diogo Jota yang disebutnya sebagai saudara.
“Kami telah berbagi momen-momen luar biasa bersama. Suka dan duka, trofi, tantangan, persahabatan seumur hidup, dan momen-momen memilukan yang akan selalu kami ingat, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada kehilangan saudara kami Diogo (Jota),” kata Konate dengan nada getir.
Tahun terakhirnya di Liverpool bahkan terasa kian berat akibat tragedi personal yang menimpa keluarganya di luar lapangan hijau. Meski demikian, profesionalismenya sebagai penggawa The Reds tidak pernah luntur hingga detik terakhir.
“Kehilangan ayah saya tahun ini adalah salah satu periode terberat dalam hidup saya, tetapi bahkan di tengah kesulitan, komitmen saya kepada klub ini tidak pernah berubah. Di saat-saat tersulit, saya memberikan semua yang saya miliki untuk lambang klub ini,” tegas Konate.
Kini, Anfield bersiap mengucapkan selamat jalan kepada salah satu petarung terbaiknya, sementara Konate bersiap membuka lembaran baru dalam karier sepak bola profesionalnya di klub lain.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













