
NARASITODAY.COM, MERAUKE — Video pernyataan keluarga Mama Yasinta Moiwen beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik terkait keberadaan Mama Sinta usai namanya ramai diperbincangkan dalam polemik film dokumenter Pesta Babi.
Pernyataan resmi keluarga tersebut dikirimkan kepada redaksi Jubi.id pada Minggu (31/5/2026). Video berdurasi 6 menit 41 detik itu disebut direkam sehari sebelumnya di Merauke, Papua Selatan.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang mewakili pihak keluarga menyampaikan kekhawatiran mereka lantaran hilangnya komunikasi dengan Mama Yasinta Moiwen. Keluarga juga mengaku tengah melakukan pencarian untuk memastikan kondisi terkini Mama Sinta.
“Kami meminta kepada semua pihak yang berada di Kampung Wogekel, di Kabupaten Merauke, dan di Provinsi Papua dan Tanah Papua untuk sama-sama mengawal dugaan penyelundupan Mama [Sinta] ini,” ujar perwakilan keluarga dalam video tersebut.
Pihak keluarga menilai persoalan yang berkembang pasca munculnya film Pesta Babi telah menyeret nama Mama Sinta dan memunculkan situasi yang dianggap membenturkan perjuangan masyarakat adat Papua.
“Membenturkan kami di dalam memperjuangkan tanah-tanah adat kami di Tanah Papua,” katanya.
Keluarga juga meminta perhatian dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komnas HAM RI, hingga Komnas Perempuan RI agar ikut mengawasi dan membantu memastikan keberadaan Mama Yasinta Moiwen.
“Kami minta juga kepada pihak-pihak yang membawa Mama [Sinta] supaya dipulangkan kepada kami,” ujar pria tersebut yang identitasnya tidak dipublikasikan atas permintaan keluarga.
Namun tak lama setelah video keluarga itu beredar, muncul video lain yang berisi bantahan langsung dari Mama Yasinta Moiwen. Dalam video tersebut, Mama Sinta menegaskan dirinya pergi atas keinginan pribadi dan membantah berbagai tudingan yang berkembang di media sosial.
“Tidak benar nak, itu tidak benar. Saya naik pesawat biasa dengan penumpang. Saya tidak naik kapal ke Merauke atau ke Boven Digoel dengan pesawat helikopternya Haji Isam, itu tidak ada, itu omong kosong,” kata Mama Yasinta Moiwen dalam video klarifikasinya.
Ia juga membantah adanya keterlibatan aparat maupun unsur paksaan terhadap dirinya.
“Saya datang sendiri, tidak ada orang yang ajak saya. TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi. Kenapa kalian yang repot dengan saya,” ujarnya.
Mama Sinta menegaskan kedatangannya ke Jakarta semata-mata karena merasa harga diri dan martabatnya terus disorot sejak film Pesta Babi diputar dan wajahnya muncul dalam berbagai poster serta pemberitaan.
“Saya datang ke Jakarta karena harga diri saya. Selama mereka putar film Pesta Babi, muka saya, wajah saya tampil terus di depan dengan poster-poster yang mereka sudah taruh. Jati diri saya, harga diri saya, martabat saya. Jangan kaitkan permasalahan saya, perasaan saya dengan PSN,” tegasnya.
Editor : Andreas













