Perjanjian Dagang Bebas Inggris–India Berlaku Mulai 15 Juli, Tarif Sejumlah Produk Dipangkas

0
Perjanjian
Ilustrasi berjabat tangan di atas kontrak.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,LONDONPerjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Inggris dan India dipastikan akan mulai berlaku pada 15 Juli 2026. Kepastian ini diumumkan langsung oleh pemerintah Inggris pada Rabu (17/6/2026), sekaligus mengakhiri drama ketidakpastian yang sempat membayangi hubungan dagang kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, kelanjutan megaproyek senilai £4,8 miliar (sekitar US$6,5 miliar) yang ditandatangani tahun lalu ini sempat berada di ujung tanduk. New Delhi sempat melayangkan sinyal untuk membuka kembali negosiasi atau bahkan menunda implementasi kesepakatan.

Ketegangan ini dipicu oleh kebijakan sepihak London yang berencana menerapkan rezim tarif baja baru per 1 Juli mendatang sebuah langkah proteksionisme yang dikhawatirkan bakal memukul industri baja India.

Baca Juga :  Damkar Hadir Edukatif di Kabogorfest 2025, Tampilkan Simulasi dan Peralatan Penyelamatan

Diplomasi di Sela G7 Menjadi Penyelamat

Di balik kepastian tanggal 15 Juli, ada diplomasi tingkat tinggi yang terjadi di koridor-koridor megah Prancis, tempat KTT Pemimpin G7 berlangsung. Kebuntuan tersebut akhirnya mencair setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, duduk bersama dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Pertemuan personal tersebut berhasil meredakan kekhawatiran New Delhi dan menyelamatkan pakta dagang historis ini dari ancaman pembatalan.

Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle, menyambut baik titik temu ini. Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini akan membuka pintu lebar-lebar bagi produk Inggris di pasar Asia Selatan yang masif.

Baca Juga :  Kualitas Udara di New Delhi Melonjak, Pemerintah Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Perjanjian ini memberi eksportir Inggris keunggulan dibandingkan pesaing internasional, dan saya mendorong semua bisnis untuk memastikan mereka siap sepenuhnya,” kata Peter Kyle dalam pernyataan resminya.

Pangkas Tarif: Dari Wiski hingga Otomotif

Bagi para pelaku usaha di kedua negara, tanggal 15 Juli akan menjadi babak baru yang sangat menguntungkan. Perjanjian ini secara radikal memotong dinding tarif yang selama ini menjadi penghalang.

  • Bagi Inggris: India berkomitmen memangkas tarif wiski Scotch secara drastis dari 150% menjadi tinggal 40%. Selain itu, tarif otomotif yang sebelumnya mencapai 100% akan dipangkas menjadi 10% di bawah sistem kuota.
  • Bagi India: Inggris akan menghapus atau memotong tarif untuk komoditas padat karya seperti pakaian, alas kaki, serta beberapa produk makanan kering.
Baca Juga :  Bus Wisata Gratis Beroperasi di Cibinong, Bupati Bogor Undang Karoseri Buat Bus Tingkat

Pemerintah Inggris kini berkejaran dengan waktu dan mengingatkan para pelaku usaha untuk bergerak cepat. Perusahaan-perusahaan hanya memiliki waktu 28 hari untuk mendaftarkan diri agar bisa menikmati fasilitas pengurangan tarif ini begitu perjanjian resmi berjalan.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id