5 Hal Keliru Saat Mencukur Rambut Kemaluan yang Sering Terabaikan dan Berisiko

0
Mencukur rambut
Seorang wanita yang sedang duduk dibak mandi.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Mencukur rambut kemaluan merupakan bagian dari perawatan tubuh yang dilakukan sebagian orang untuk alasan kebersihan, kenyamanan, maupun preferensi pribadi. Namun, proses mencukur area sensitif ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan kecil dapat memicu iritasi, luka, hingga meningkatkan risiko infeksi pada kulit.

Agar proses mencukur tetap aman dan nyaman, penting untuk menghindari sejumlah kebiasaan yang sering kali dianggap sepele. Berikut lima kesalahan yang kerap dilakukan saat mencukur rambut kemaluan.

1. Mencukur Saat Kulit Masih Kering

Langsung mencukur tanpa membasahi kulit atau rambut kemaluan terlebih dahulu dapat membuat gesekan pisau cukur menjadi lebih keras. Kondisi ini meningkatkan risiko kulit lecet, iritasi, dan rasa perih. Sebaiknya basahi area yang akan dicukur dengan air hangat selama beberapa menit agar rambut menjadi lebih lembut dan mudah dipotong.

Baca Juga :  Mengenal Jenis-jenis Kanker Anak yang Bisa Menyerang Berbagai Organ

2. Menggunakan Pisau Cukur yang Tumpul atau Tidak Bersih

Pisau cukur yang sudah tumpul memerlukan tekanan lebih besar untuk memotong rambut. Akibatnya, kulit lebih mudah terluka. Selain itu, pisau yang tidak bersih dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri sehingga meningkatkan risiko infeksi. Gunakan pisau yang tajam, bersih, dan hindari berbagi alat cukur dengan orang lain.

3. Mencukur Berlawanan Arah Pertumbuhan Rambut

Banyak orang mencukur berlawanan arah pertumbuhan rambut agar hasilnya lebih licin. Namun, cara ini dapat meningkatkan risiko rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair), iritasi, dan munculnya benjolan kecil pada kulit. Jika kulit mudah sensitif, mencukur searah pertumbuhan rambut umumnya lebih aman.

Baca Juga :  5 Efek Positif Pakai Resistance Band Saat Workout, Bikin Tubuh Lebih Fit

4. Tidak Menggunakan Pelumas atau Krim Cukur

Mencukur tanpa krim, gel, atau sabun yang sesuai dapat meningkatkan gesekan antara pisau dan kulit. Akibatnya, kulit lebih rentan mengalami luka gores dan kemerahan. Penggunaan pelumas membantu pisau meluncur lebih halus sehingga mengurangi risiko iritasi.

5. Mengabaikan Perawatan Setelah Mencukur

Perawatan setelah mencukur sama pentingnya dengan proses mencukurnya. Tidak membersihkan area yang dicukur atau langsung mengenakan pakaian yang ketat dapat memicu gesekan berlebih dan iritasi. Setelah selesai, bilas area tersebut dengan air bersih, keringkan secara lembut menggunakan handuk bersih, lalu kenakan pakaian dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat.

Baca Juga :  5 Masalah Kesehatan Mulut Akibat Kebiasaan Vaping

Jaga Kebersihan dan Kenali Kondisi Kulit

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda sehingga respons setelah mencukur juga dapat bervariasi. Jika muncul kemerahan ringan, rasa gatal, atau iritasi ringan, kondisi tersebut biasanya akan membaik dalam beberapa hari dengan perawatan yang tepat. Namun, apabila timbul nyeri hebat, bengkak, keluar nanah, atau tanda-tanda infeksi lainnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Mencukur rambut kemaluan bukanlah kewajiban dari sisi kesehatan. Rambut kemaluan memiliki fungsi alami, antara lain membantu mengurangi gesekan pada kulit dan menjadi penghalang terhadap kotoran dari luar. Jika memilih untuk mencukurnya, lakukan dengan teknik yang benar dan peralatan yang bersih agar tetap aman serta meminimalkan risiko iritasi maupun infeksi.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com