NARASITODAY.COM – Proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome dengan Manggarai, telah berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Uji Coba Kereta Layang Tercepat” dan “Konstruksi Rancang Bangun Struktur Stasiun LRT Tercepat.”
Penghargaan ini diberikan setelah proyek yang dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan konsorsium Waskita Karya Tbk, PT Nindya Karya, serta PT Len Railway System menunjukkan kemajuan pesat sejak peletakan batu pertama pada 30 Oktober 2023.
Direktur Teknik & Pengembangan Jakpro, Dian Takdir, menjelaskan bahwa proyek ini telah melalui berbagai tahapan penting dalam waktu yang relatif singkat. “Kami melakukan pengangkatan girder pertama pada 20 April 2024 dan melaksanakan uji coba jalur pertama pada 30 September lalu. Ini semua merupakan bagian dari komitmen kami untuk menyelesaikan proyek ini sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan” ungkapnya.Â
Dengan total anggaran sebesar Rp 4,1 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) ke PT Jakarta Propertindo, proyek ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada awal tahun 2027. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, juga menegaskan optimisme mengenai progres proyek ini.
“Kami berharap LRT Fase 1B dapat berfungsi secara penuh pada kuartal ketiga tahun 2026. Kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan melengkapi integrasi transportasi di Stasiun Manggarai, sehingga penumpang dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan” tambahnya.
Dalam wawancaranya setelah menerima penghargaan MURI, Dian Takdir mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tim. “Penghargaan ini bukan hanya sekadar angka; ini adalah bukti nyata dari kerja keras semua pihak yang terlibat dalam proyek ini. Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas dan keselamatan selama proses pembangunan” katanya dengan penuh semangat.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar proyek ini dapat menjadi contoh bagi proyek infrastruktur lainnya di Indonesia. “Kami ingin menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik dan kolaborasi yang solid, kita bisa mencapai hasil luar biasa dalam waktu singkat.”
Ketika ditanya tentang tantangan yang dihadapi selama proses pembangunan, Dian menjelaskan bahwa ada beberapa kendala yang harus diatasi, termasuk cuaca ekstrem dan kebutuhan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar area konstruksi.
“Kami harus beradaptasi dengan cepat dan mencari solusi inovatif agar proyek tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat” ujarnya.
Dian juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyukseskan proyek ini. “Tanpa dukungan semua pihak, termasuk masyarakat yang bersabar selama proses pembangunan, pencapaian ini tidak akan mungkin terjadi” tambahnya.
Dengan pencapaian ini, proyek LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur transportasi di ibu kota tetapi juga mencerminkan upaya pemerintah untuk menyediakan moda transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan bagi warganya. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi proyek-proyek infrastruktur lainnya di Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Dian Takdir menyatakan harapannya untuk masa depan transportasi publik di Jakarta. “Kami percaya bahwa LRT akan menjadi solusi penting untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam bertransportasi. Ini adalah langkah besar menuju kota yang lebih baik,” tutupnya dengan penuh keyakinan. ***














