Arsitek Top Dunia Riken Yamamoto Minta Indonesia Jangan Pindah Ibukota Negara, Sebut Ini Bahayanya

0
Ilustrasi Arsitek Top Dunia Riken Yamamoto Minta Indonesia Jangan Pindah Ibukota Negara, Sebut Ini Bahayanya

NARASITODAY.COM Arsitek ternama dunia Riken Yamamoto, telah mengungkapkan keprihatinannya mengenai rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan. Dalam sebuah wawancara, Yamamoto menekankan bahwa pemindahan tersebut dapat membawa berbagai risiko dan bahaya yang perlu dipertimbangkan secara serius.

“Pemindahan ibu kota bukan hanya soal lokasi baru, tetapi juga tentang dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul.” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Jakarta sudah memiliki infrastruktur yang mapan dan pemindahan ini justru dapat mengganggu kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perkampungan.

Baca Juga :  5 Fakta Mengagumkan di Balik Kebiasaan Tidur dengan Penutup Mata

Yamamoto juga mencatat bahwa pemindahan ibu kota bisa menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan sosial. “Kita harus fokus pada kesejahteraan penduduk dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak merugikan mereka.” katanya.

Ia menyarankan agar pemerintah lebih fleksibel dengan aturan yang ada dan mempertimbangkan solusi alternatif untuk mengatasi masalah kemacetan dan kepadatan di Jakarta tanpa harus memindahkan ibu kota.

Baca Juga :  Arsitektur Eropa di Asia Tenggara: 5 Kota yang Menyimpan Warisan Kolonial yang Menawan!

Lebih lanjut, arsitek pemenang Pritzker ini mengingatkan bahwa pemindahan ibu kota dapat berdampak negatif pada ekosistem di Kalimantan. “Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dan pemindahan ini berpotensi merusak lingkungan” tegasnya.

Baca Juga :  Diskominfo Purwakarta Studi Tiru ke Diskominfo Kabupaten Bogor, Incar Sistem Pengelolaan Call Center 112 Untuk Tingkatkan Responsivitas Pengaduan Masyarakat

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Yamamoto berharap pemerintah Indonesia dapat mengevaluasi kembali rencana pemindahan ibu kota agar tidak menjadi bumerang bagi negara dan masyarakatnya.***