Menteri Ekonomi Kreatif Soroti Film Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

0
Ilustrasi Film

NARASITODAY.COM Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa film merupakan komponen penting yang dapat membangkitkan ekonomi kreatif di Indonesia.

Hal ini disampaikan Riefky dalam pertemuannya dengan Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 1956, di mana mereka membahas peluang kerja sama untuk mengembangkan subsektor film sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Musdesus Desa Kalongliud Tetapkan 22 KPM Penerima BLT Dana Desa 2026

Dalam acara yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona pada 9 Desember 2024, Riefky mengungkapkan harapannya agar ekosistem industri film semakin baik, dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.

Riefky memaparkan grand design pengembangan ekonomi kreatif yang mencakup berbagai tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya pemahaman stakeholder mengenai pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta keterbatasan infrastruktur dan akses pasar. “Kami ingin berbagai macam subsektor ekonomi kreatif ini juga ekosistemnya semakin baik, mendorong hilirisasi dan komersialisasi ekonomi kreatif,” ujarnya. 

Baca Juga :  5 Hal yang Bisa Mengubah Aroma Vagina, Termasuk Kebiasaan Sehari-hari

Ketua Umum PARFI Marcella Zalianty menyatakan bahwa rancangan besar yang disampaikan oleh Menekraf Riefky sangat strategis dan konstruktif. “Kami sebagai asosiasi siap berkolaborasi dan mendukung terus agar ekonomi kreatif ini bisa didorong untuk lebih maju lagi tidak hanya di kancah nasional tetapi juga internasional,” ungkap Marcella.

Baca Juga :  Kisah Haru Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Siap Difilmkan

Riefky juga mengusulkan sejumlah dukungan kolaborasi dengan PARFI, termasuk mendorong diplomasi budaya di pentas internasional dan meningkatkan kualitas lapangan kerja melalui program kreasi, produksi, dan promosi.

“Film, animasi, dan video adalah salah satu komponen penting yang dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya. ***