Badan Meteorologi Ungkap Prediksi Hilangnya Salju Abadi di Puncak Jayawijaya dalam Dua Tahun

0
Ilustrasi Salju Abadi di Puncak Jayawijaya

NARASITODAY.COM Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengungkapkan prediksi mengejutkan mengenai masa depan salju abadi di Puncak Jayawijaya, Papua, yang diperkirakan akan hilang dalam waktu dua tahun ke depan.

Hasil monitoring yang dilakukan oleh BMKG pada 11-15 November 2024 menunjukkan penurunan signifikan baik dalam luasan maupun ketebalan es di Puncak Sudirman.

Luasan tutupan es menyusut dari 0,23 kilometer persegi pada tahun 2022 menjadi hanya 0,11-0,16 kilometer persegi pada tahun ini, menandakan bahwa salju abadi yang menjadi salah satu keajaiban alam Indonesia ini berada dalam kondisi kritis.

Baca Juga :  Gempa Sepanjang 2025 Guncang Indonesia Hingga Lebih dari 43 Ribu Kali

Koordinator Bidang Standardisasi Instrumen Klimatologi BMKG, Donaldi Sukma Permana, menjelaskan bahwa ketebalan es di Puncak Sudirman kini hanya tersisa sekitar empat meter.

“Data ini sangat mengkhawatirkan, mengingat ketebalan es pada tahun 2010 masih mencapai 32 meter,” ungkap Donaldi.

Staf Bidang Standardisasi Instrumen Meteorologi BMKG, Najib Habibie, menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap gletser di Jayawijaya.

Baca Juga :  Musim Hujan Tiba Lebih Awal, BMKG Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

“Kami telah melakukan monitoring sejak tahun 2010 dan hasilnya menunjukkan bahwa laju pencairan es semakin cepat. Ini adalah bukti nyata pemanasan global yang dapat mengancam keberadaan salju abadi sebagai ikon berharga Indonesia,” ujarnya.

BMKG juga menekankan bahwa hilangnya salju abadi di Jayawijaya bukan hanya masalah lokal, tetapi merupakan indikasi dari dampak perubahan iklim global yang lebih luas. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk terus mengawal dan mendokumentasikan kondisi gletser di Papua untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan pemerintah.

Baca Juga :  Dicurigai Sering Gunta-ganti Sepeda Motor, Pria di Citeureup Harus Berurusan Dengan Polisi

prediksi hilangnya salju abadi dalam dua tahun ke depan, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan memahami dampak perubahan iklim terhadap keajaiban alam yang ada di Indonesia.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel