Evakuasi Minibus di Jurang Pamijahan Jadi Tontonan Warga, Medan Curam Jadi Tantangan

0
Bripka Hikmah Hidayatulloh, Bhabinkamtibmas Desa Gunung Picung ikut evakuasi minibus yang terjun ke Jurang di Pamijahan

NARASITODAY.COMProses evakuasi minibus milik wisatawan asal Tangerang, Banten, yang terjun ke jurang di Kampung Batu Alam, Desa Gunungpicung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menjadi tontonan warga sekitar.

Minibus tersebut mengalami kecelakaan saat melintasi tanjakan curam dalam perjalanan menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Bripka Hikmah Hidayatulloh, Bhabinkamtibmas Desa Gunung Picung, menjelaskan bahwa medan yang curam dan terjal membuat proses evakuasi menjadi sulit.

Baca Juga :  Diduga Lolos Rem, Truk Engkel Hantam L300 di Turunan Malasari

“Saat ini evakuasi sedang berlangsung, namun cukup sulit karena kondisi tanjakan yang curam dan jurang yang dalam,” ujarnya pada Sabtu (4/1/2025).

Bripka Hikmah menambahkan, sejumlah faktor menyulitkan proses evakuasi, seperti kondisi medan yang sulit dijangkau dan kerumunan warga yang menyaksikan evakuasi.

Baca Juga :  M&S Perkuat Kemitraan dengan Pemasok dari Asia untuk Minimalkan Risiko Suplai

“Tim petugas dari derek kesulitan karena kondisi curam dan banyak batuan besar di area jurang,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa lokasi tersebut sering menjadi titik rawan kecelakaan, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Minimnya rambu-rambu lalu lintas serta ketiadaan pembatas jalan menjadi faktor yang memperparah risiko kecelakaan di daerah tersebut.

“Memang sering terjadi kecelakaan, terutama roda dua. Rambu-rambu dan besi pembatas sangat minim,” jelasnya.

Baca Juga :  Ponsel Lipat Tiga Samsung Desain Lipatan Ganda dan Bobot Seimbang dengan Huawei Mate XT

Bripka Hikmah mengimbau masyarakat dan wisatawan yang akan berlibur ke kawasan TNGHS untuk lebih berhati-hati dalam memilih rute perjalanan.

Ia menyarankan agar tidak sepenuhnya mengandalkan aplikasi navigasi seperti Google Maps, yang kadang-kadang mengarahkan pengguna ke jalur yang kurang aman.

“Jangan terlalu mengandalkan Google Maps, perhatikan rute yang lebih aman,” tutupnya.***