Presiden Abinader Umumkan Masa Berkabung Nasional Setelah Tragedi Jet Set

0
Ilustrasi klub malam

NARASITODAY.COM – Gemuruh musik dan tawa riuh di klub malam Jet Set, jantung hiburan malam ibu kota Republik Dominika, tiba-tiba berubah menjadi jeritan histeris dan debu beterbangan.

Atap bangunan ikonik itu runtuh tanpa peringatan, Selasa (8/4/2025) dini hari, merenggut nyawa sedikitnya 66 orang dan meninggalkan luka mendalam bagi bangsa yang dikenal dengan alunan merengue dan keindahan pantainya ini.

Di antara korban tragis tersebut, terdapat nama-nama besar seperti mantan bintang Major League Baseball (MLB) Octavio Dotel dan Gubernur Monte Cristi, Nelsy Cruz, menambah pilu suasana.

Detik-detik setelah tengah malam itu menjadi mimpi buruk. Ratusan orang yang tengah menikmati hiburan malam tiba-tiba terperangkap di bawah reruntuhan beton, baja bengkok, dan lembaran seng yang berserakan. Lebih dari 370 petugas darurat bergegas ke lokasi, memulai operasi penyelamatan yang melelahkan untuk mencari secercah harapan di antara puing-puing.

Salah satu sosok sentral yang hadir malam itu adalah legenda musik merengue Republik Dominika, Rubby Perez. Penyanyi berusia 69 tahun itu tengah memukau penonton di atas panggung ketika tragedi tak terduga itu terjadi. Sempat beredar kabar duka tentang kepergiannya, namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

“Para ahli forensik belum mengonfirmasi bahwa mereka telah menemukan jenazahnya,” ujar Direktur Pusat Operasi Darurat Juan Manuel Mendez, seperti dilansir AFP, menyisakan harap dan cemas bagi para penggemar dan keluarga.

Baca Juga :  Jepang Pertimbangkan Ekspor Rudal Type 88 ke Filipina dalam Langkah Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Di tengah ketidakpastian, putri Rubby Perez, Zulinka, memberikan kabar yang sedikit melegakan. Ia berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan, namun sang ayah masih belum berhasil dievakuasi.

“Saya mendapat kabar bahwa ayah saya masih hidup, meskipun terluka dan masih terjebak,” ungkapnya kepada media lokal, menggambarkan betapa mencekamnya situasi di dalam klub.

Manajer Perez, Enrique Paulino, menjadi saksi mata kengerian malam itu. “Itu sangat tiba-tiba. Saya pikir itu gempa bumi, jadi saya langsung tiarap dan menutupi kepala saya,” katanya, menggambarkan insting pertama manusia saat menghadapi bahaya yang tak terduga.

“Salah satu pemain saksofon kami tewas. Kami mencoba mendekati area tempat Rubby berada, tapi terlalu banyak puing di sana,” lanjutnya, menunjukkan betapa sulitnya upaya penyelamatan di tengah reruntuhan yang menggunung.

Tragedi ini juga merenggut nyawa seorang atlet kebanggaan Republik Dominika, Octavio Dotel (51). Mantan pitcher MLB yang pernah merasakan manisnya gelar juara World Series bersama St. Louis Cardinals pada 2011 itu sempat ditemukan hidup di antara reruntuhan. Namun sayang, takdir berkata lain.

Ia menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit, meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga. Sebagai bentuk penghormatan, sebelum pertandingan antara New York Mets dan Miami Marlins, papan skor di Citi Field menampilkan foto hitam-putih Dotel dengan latar bendera Republik Dominika.

Baca Juga :  Derrick Michael Resmi Gabung Klub Elite Jepang, Buka Babak Baru Karier Profesional

“Damai bagi jiwanya,” tulis Liga Baseball Profesional Republik Dominika di media sosial, ungkapan duka yang mewakili perasaan seluruh bangsa.

Kapasitas Melebihi Batas dan Teriakan Keputusasaan

Klub malam Jet Set, yang diperkirakan memiliki kapasitas sekitar 700 tempat duduk dan bisa menampung hingga 1.000 orang dalam kondisi berdiri, diduga dipenuhi pengunjung melebihi batas maksimal pada malam nahas itu. Laporan media setempat menyebutkan antara 500 hingga 1.000 orang berada di dalam klub saat atap ambruk, memicu spekulasi mengenai faktor keselamatan bangunan.

Di luar klub, puluhan ambulans hilir mudik membawa korban luka ke rumah sakit. Tangis dan kepanikan bercampur aduk di antara kerumunan orang yang menunggu kabar tentang keluarga dan teman-teman mereka yang berada di dalam.

“Kami putus asa,” ujar Regina del Rosa kepada stasiun televisi SIN, mencerminkan frustrasi dan ketidakpastian yang dirasakan banyak orang. “Mereka tidak memberikan kabar apa pun, tidak memberitahu kami apa-apa.”

Presiden Republik Dominika, Luis Abinader, segera meninjau lokasi kejadian dan menetapkan tiga hari masa berkabung nasional sebagai wujud belasungkawa atas tragedi ini.

“Selama masih ada harapan untuk menemukan kehidupan, semua otoritas akan terus bekerja untuk menyelamatkan atau mengevakuasi para korban,” tegas Mendez, memberikan jaminan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan.

Baca Juga :  Kreasikan Tahu Kecap Buatan Sendiri dengan Resep Mudah Ini

Iris Pena, salah satu penyintas yang malam itu hadir bersama putranya, menceritakan detik-detik sebelum bencana. “Tanah mulai berjatuhan seperti debu ke dalam minuman di atas meja,” katanya, menggambarkan firasat buruk yang datang sebelum malapetaka.

“Sebuah batu besar jatuh dan menghancurkan meja kami. Lalu kami lari keluar. Dampaknya sangat keras, seperti tsunami atau gempa bumi,” lanjutnya, menggambarkan betapa dahsyatnya reruntuhan atap tersebut.

Pihak berwenang dengan sigap menyerukan kepada masyarakat untuk mendonorkan darah, mengingat banyaknya korban luka berat yang membutuhkan transfusi.

Jet Set, yang telah menjadi bagian dari denyut kehidupan malam Republik Dominika selama lebih dari 50 tahun, dikenal dengan acara rutinnya setiap Senin malam hingga dini hari.

Unggahan terakhir di akun Instagram klub pada hari Senin lalu bahkan mengajak para penggemar untuk “menikmati lagu-lagu terbaik Rubby Perez dan berdansa di klub malam terbaik negeri ini,” sebuah undangan yang kini terasa begitu ironis.

Sehari setelah tragedi, manajemen Jet Set mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa mereka bekerja sama “secara penuh dan transparan” dengan pihak berwenang dalam proses investigasi.

Namun, pertanyaan besar tentang penyebab runtuhnya atap dan tanggung jawab atas hilangnya puluhan nyawa masih menggantung di udara, menyisakan duka dan tanda tanya besar bagi Republik Dominika.***