NARASITODAY.COM – Keindahan dan ketenangan Kebun Raya Bogor, oase konservasi di jantung Jawa Barat, tercoreng oleh tindakan tidak bertanggung jawab. Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi vandalisme yang menyayat hati terhadap koleksi tanaman kaktus yang berharga.
Seorang pria terekam dengan santainya menggoreskan nama pada tubuh kaktus, meninggalkan luka fisik dan keprihatinan mendalam bagi para pecinta alam dan pengelola kebun raya.
Dalam rekaman video amatir yang dilihat pada Sabtu (19/4/2025), terlihat jelas seorang pria mengenakan kemeja biru dan berkacamata tengah melakukan aksi vandalisme. Dengan menggunakan sebuah benda tajam, ia mengukir coretan yang merusak tekstur alami tanaman berduri itu. Ironisnya, tindakan destruktif ini justru diabadikan oleh seseorang yang merekamnya.
Coretan yang ditinggalkan pria tersebut berupa sebuah nama, ‘Adi + Santo’. Akibat ulahnya, kaktus yang seharusnya menjadi objek kekaguman dan pembelajaran itu kini tampak cacat dan terluka. Pemandangan ini tentu menimbulkan rasa miris bagi siapapun yang menghargai keindahan alam dan upaya konservasi.
General Manager PT Mitra Natura Raya, Zainal Arifin, selaku pihak pengelola Kebun Raya Bogor, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya saat dikonfirmasi mengenai insiden ini.
“Jadi, dari pihak Kebun Raya sangat menyayangkan, sangat prihatin, dan menyesalkan. Masih saja ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Zainal dengan nada prihatin.
Ia menekankan bahwa Kebun Raya Bogor selama ini tak pernah lelah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi alam dan menjaga kelestarian tumbuhan. Namun, kenyataan pahit masih menunjukkan bahwa kesadaran sebagian oknum masih rendah, tega melakukan perusakan terhadap aset alam yang tak ternilai harganya.
Menyikapi aksi vandalisme ini, Zainal menyampaikan komitmen tegas dari pihak pengelola untuk mencari dan menindak pelaku. “Kami selalu menggaungkan pentingnya menjaga konservasi alam dan tumbuhan, tetapi mereka masih saja melakukan hal seperti itu. Tentu kami sangat menyayangkan. Kami akan menindak tegas dan mencari pelaku tersebut,” ucapnya dengan nada geram.
Insiden vandalisme ini menjadi tamparan keras bagi upaya konservasi di Indonesia. Kebun Raya Bogor, sebagai lembaga konservasi ex-situ yang memiliki peran penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati, seharusnya menjadi tempat yang aman dan dihormati. Aksi ‘Adi + Santo’ ini bukan hanya merusak satu tanaman, tetapi juga melukai nilai-nilai luhur konservasi dan rasa hormat terhadap alam.
Pihak pengelola Kebun Raya Bogor kini tengah berupaya mengidentifikasi pelaku berdasarkan rekaman video yang ada.
Masyarakat pun berharap agar pelaku segera ditemukan dan mendapatkan sanksi yang setimpal, sebagai pelajaran bagi siapapun untuk lebih menghargai dan menjaga keindahan alam yang telah dipercayakan kepada kita. Luka di duri kaktus ini semoga menjadi pengingat bahwa keindahan alam adalah titipan yang harus dijaga, bukan dirusak demi kepuasan sesaat.***














