Tragedi Kapal Wisata di Guizhou, 3 Orang Tewas dan Belasan Hilang

0
Ilustrasi Tragedi Kapal Wisata di Guizhou, 3 Orang Tewas dan Belasan Hilang

NARASITODAY.COM – Apa yang semula dimaksudkan sebagai liburan santai di tengah pemandangan sungai yang menenangkan, berubah menjadi tragedi di kota Qianxi, Provinsi Guizhou, China barat daya.

Dua kapal wisata yang membawa puluhan penumpang dilaporkan terbalik pada Minggu (4/5/2025), menewaskan tiga orang, melukai 60 lainnya, dan membuat 14 penumpang masih dinyatakan hilang.

Peristiwa nahas itu terjadi di salah satu sungai kawasan wisata, namun hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai jenis objek wisata maupun kondisi pasti saat insiden berlangsung. Laporan awal dari media pemerintah menyebutkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bogor Pimpin Upacara Harhubnas ke-53 Kabupaten Bogor, Momentum Perkuat Konektivitas Wilayah

Dilansir dari AFP, Senin (5/5/2025), tragedi ini menarik perhatian langsung dari Presiden China, Xi Jinping. Melalui pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Xinhua, Presiden Xi menyerukan upaya penuh untuk menyelamatkan para korban yang hilang serta memberikan perawatan terbaik bagi mereka yang terluka.

“Presiden China Xi Jinping mendesak upaya secara total dalam operasi pencarian dan penyelamatan serta perawatan bagi mereka yang terluka,” tulis Xinhua. Xi juga menekankan perlunya peningkatan langkah-langkah keamanan di area wisata dan tempat umum besar lainnya.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing langsung dikirim ke lokasi kejadian untuk mengawasi secara langsung jalannya operasi penyelamatan.

Baca Juga :  Jembatan di Rancabungur-Ciampea Jadi TPS Liar

Luka Lama yang Masih Membekas

Tragedi ini menjadi semakin memilukan karena terjadi hanya dua bulan setelah kecelakaan serupa menewaskan 11 orang di Provinsi Hunan. Saat itu, sebuah perahu penumpang bertabrakan dengan kapal industri, membuat 19 orang terlempar ke air.

Insiden tersebut sempat memicu keprihatinan luas dan dorongan untuk memperketat regulasi keselamatan pelayaran di Tiongkok.

Kini, luka lama itu kembali terbuka. Pertanyaan tentang standar keselamatan dan pengawasan operasional wisata air pun kembali mengemuka. Terlebih, musim liburan selalu menjadi waktu rawan ketika tempat wisata dipadati pengunjung, namun belum tentu diimbangi dengan kesiapan sistem keamanan.

Baca Juga :  Bikin Liburan Seru! 5 Tips Mengatasi Anak Rewel yang Wajib Diketahui Orang Tua

Saat Sunyi Menyergap Sungai

Di sepanjang aliran sungai tempat kecelakaan terjadi, suasana duka menyelimuti. Tim penyelamat bekerja tanpa lelah, menyisir perairan demi menemukan 14 korban yang belum ditemukan. Kerabat dan keluarga para wisatawan menanti dengan cemas di tepian, menggenggam harapan meski waktu terus berjalan.

Tidak ada yang menyangka liburan akan berubah menjadi pencarian yang memilukan. Di balik panorama alam Guizhou yang menakjubkan, kini terselip kisah tragis yang menjadi pengingat: bahwa keselamatan bukan sekadar prosedur formal, tetapi nyawa yang dipertaruhkan.***