
NARASITODAY.COM- Ratusan hektare sawah di wilayah barat Kabupaten Bogor mengalami kekeringan parah akibat rusaknya sistem irigasi.
Kerusakan saluran air ini membuat lahan pertanian di lima desa, yang tersebar di dua kecamatan yakni Jasinga dan Cigudeg, gagal ditanami selama beberapa musim terakhir.
Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga. Di sana, ladang dan sawah yang biasanya hijau kini berubah menjadi lahan kering dan retak-retak.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, menyatakan bahwa pihaknya dalam hal ini hanya menangani saluran tersier atau saluran kecil yang berada di ujung sistem irigasi.
“Untuk irigasi itu mungkin PUPR ranah nyah, kita hanya menggarap saluran tersier nya aja yang kecil kecil itu,” ujar Entis saat meninjau lahan sawah yang akan dijadikan lokasi panen raya di Desa Sibanteng, Leuwisadeng, Senin (5/5/2025).
Jadi kata dia, perbaikan saluran irigasi sudah diajukan dan direncanakan untuk mulai dibangun tahun ini.
Menurutnya, bantuan untuk itu datang baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten agar masalah kekeringan tak terus berulang.
“Kalau irigasinya sudah di ajukan, insyaallah tahun ini ada pembangunan juga baik bantuan dari pusat, provinsi maupun kabupaten, itu sudah di rencanakan,” katanya.
Sebelumnya pada Rabu (9/4/2025) lalu Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade turun langsung ke lokasi, yang mana ada laporan dari masyarakat dan para petani, kerusakan irigasi ditambah pendangkalan saluran air menyebabkan suplai air ke sawah benar-benar terputus.
“Saya menerima laporan-laporan terkait irigasi yang rusak, pendangkalan, hingga masyarakat yang sudah cukup lama tidak bisa bertani,” tukasnya.













