Kekurangan Penyuluh, Pertanian Leuwisadeng Terancam Tak Maksimal Meski Punya Lahan Luas

0
Swasembada Pangan Jadi Prioritas, Bupati Bogor: Petani Harus Dilindungi dan Didampingi

NARASITODAY.COM- Meski hampir 42 persen wilayahnya berupa lahan pertanian, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, masih kekurangan penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan.

Dari delapan desa yang ada, hanya satu penyuluh pertanian yang tersisa dan harus mengampu seluruh wilayah, kondisi ini dikhawatirkan akan menghambat potensi besar sektor pertanian yang selama ini jadi andalan warga.

Camat Leuwisadeng, Rudi Mulyana, menyampaikan bahwa lahan pertanian terluas berada di Desa Sadengkolot, Desa Leuwisadeng, dan Desa Sibanteng dengan luas lahan sekitar 99 hektare.

Dari total luas lahan tersebut, sekitar 52 hektare merupakan lahan pesawahan di Desa Sibanteng.

Data Pertanian di Kecamatan Leuwisadeng dengan jumlah kelompok tani 52 kelompok, jumlah petani hampir mencapai 1844 petani.

Baca Juga :  Kabupaten Bogor Dipilih Jadi Daerah Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial

Lahan pertanian paling luas berada di Desa Sadengkolot, Desa Leuwisadeng dan ketiga di wilayah Desa Sibanteng yang luas lahannya sekitar 99 hektare yang tersebar.

“Tapi kalau yang di pesawahan (Desa Sibanteng) ini sekitar 52 Hektare,” ungkap Camat Leuwisadeng, Rudi Mulyana dalam sambutan acara Panen Raya dalam rangka 100 hari kerja Bupati Bogor Rudi Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi di Areal Pesawahan Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng pada, Kamis 8 Mei 2025.

Rudi Mulyana mengatakan, dengan adanya panen raya kali ini, kedepan diharapakan dapat menjadikan Kecamatan Leuwisadeng membantu ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  KKN-Tematik UMBara Dorong Warga Pasir Madang Kembangkan Hasil Tani Jadi Usaha Berkelanjutan

Berkat bantuan daripada para penyuluh yang ada di Kecamatan Leuwisadeng, ada peningkatan hasil panen.

“Dipilih hari ini karena Kelompok Tani Bunga Tanjung kelebihannya bahwa per musim ini kemarin ada kenaikan yang biasanya 5 sekarang hampir 8 ton,” katanya.

Meski begitu, Rudi Mulyana menyampaikan bahwa di wilayah Kecamatan Leuwisadeng masih kekurangan penyuluh pertanian.

Dan perlu kami sampaikan juga, bahwa penyuluh kita cuma ada tiga mencakup 8 desa jadi, yang per bulan Oktober ada yang mau pensiun dan ada juga yang di tarik ke pusat jadi per bulan oktober kita cuma ada satu penyuluh di Kecamatan Leuwisadeng,” katanya.

Idealnya menurut Camat Rudi Mulyana, tiap desa harus ada satu orang penyuluh, Kecamatan Leuwisadeng terdapat 8 Desa dan saat ini masih minim penyuluh pertanian.

Baca Juga :  Bank Mandiri Distribusikan Kartu Keluarga Sejahtera kepada Ratusan KPM di Leuwiliang

“Apalagi penyuluh pertanian kita ini adalah perempuan, dan mudah mudahan ini menjadi bahan pertimbangan yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudi Susmanto menjelaskan terkait minimnya penyuluh bukan hanya penyuluh pertanian saja, tetapi penyuluh perikanan dan penyuluh peternakan yang merupakan ujung tombak dari majunya sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Bogor.

“Maka kami pemerintah Kabupaten Bogor kami akan segera menyiapkan generasi generasi penerus untuk menjadi penyuluh penyuluh, baik itu perikanan, peternakan yang ada di kabupaten bogor,” katanya.