Menjaga Budaya di Tengah Arus Zaman

0
Andreas Kanan, Kadisbudpar Kiri Yudi Santosa saat menghadiri kegiatan Ngalokat Cai 2025 di Kasepuhan Jatake Nutug. Foto dok : Ist

Oleh : Andres// uploader Narasitoday.com

Budaya adalah identitas. Ia bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan bagian dari jati diri yang membentuk siapa kita hari ini. Karena itulah budaya harus dijaga, dirawat, dan ditanamkan dalam jiwa setiap generasi.

Di era modern seperti sekarang, ketika teknologi berkembang pesat dan gaya hidup terus berubah, penting bagi kita terutama generasi yang lahir pada tahun 1990-an, untuk tidak kehilangan makna dari warisan leluhur.

Baca Juga :  GANTI MENTERI GANTI KURIKULUM ?

Kita adalah generasi yang berada di persimpangan antara tradisi dan inovasi. Namun, bukan berarti kita harus melupakan akar kita.

Kita harus terus mengingat dari mana kita berasal. Sejauh apa pun langkah kita melangkah, setinggi apa pun mimpi yang kita kejar, budaya adalah kompas yang menunjukkan arah.

Baca Juga :  Ratusan Warga Peru Turun ke Jalan Tolak Kebijakan Dana Pensiun untuk Kaum Muda

Ia mengingatkan kita pada nilai-nilai, norma, dan kearifan lokal yang membentuk karakter bangsa.

Perubahan zaman memang tak bisa dihindari. Hidup kita kini jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Namun, di tengah kemajuan teknologi dan modernitas, jangan sampai kita menjadi generasi yang kehilangan akar. Justru, jadikan budaya sebagai fondasi yang memperkuat langkah kita menghadapi masa depan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Hadiri Kirab Budaya Tatar Sunda di Bandung, Pelestarian Budaya Semakin Kuat

Mari rawat budaya kita. Tanamkan dalam hati bahwa budaya bukan beban masa lalu, melainkan kekayaan yang membuat kita berbeda, kuat, dan berharga di mata dunia.