Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)
PEMBACA Bogor Today Group yang budiman, ternyata makanan yang kita makan itu mempengaruhi pikiran dan perilaku murid kita? Yang benar bro, penasaran? Begini penjelasan penulis. Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan agar umat Islam mengkonsumsi makanan yang halal dan bergizi. Sebab makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi diterima atau tidaknya doa.
Makanan yang halal adalah yang didapat dan diolah sesuai dengan syariat Islam. Tentu saja selain halal, makanan juga harus bergizi, agar bermanfaat bagi tubuh dan juga kesehatan.
Bagi muslim, hukum memakan makanan halal merujuk pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat
168 yang artinya,”Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu,”
Selain doa kita tertolak karena makanan yang kita makan haram, makanan haram tersebut juga akan menjadi darah daging kita yang nantinya akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku murid kita.
Dengan kata lain, jika kita makan atau minum yang halal, maka kita akan mudah melakukan hal kebaikan dan ibadah. Sebaliknya jika kita makan dan minum yang haram, maka kita akan sulit dan malas dalam melakukan hal kebaikan dan ibadah.
Sehingga kita tidak heran, mengapa ada murid kita yang baik, taat, punya adab, rajin, mudah diatur, prestasi akademiknya bagus dan berakhlak mulia. Ini semua karena makanan murid kita ini halal sehingga gak ada matine atau bahasa gaul sekarang gas ken dalam melakukan kebaikan.
Begitu juga sebaliknya ada murid kita yang sering melanggar peraturan sekolah, malas, sering bolos sekolah, suka menyontek saat ulangan, suka membully temannya, sulit diatur oleh guru dan orang tuanya di rumah dan sifat buruk yang lain. Siapa tahu makanan yang dimakan oleh murid kita itu makanan haram.
Maka peran orang tua sangatlah penting, karena yang memberi makan murid kita adalah orang tuanya. Makanan haram di sini tidak hanya yang dilarang dalam ajaran agama Islam seperti babi, darah, bangkai (kecuali ikan) dan menyembelih hewan tanpa menyebut nama Allah, juga makanan halal yang didapatnya dari mencuri, korupsi atau kejahatan yang lain.
Dan ini sesuai dengan nasihat salah satu guru penulis yaitu Ustadz Musthofa yang mengatakan bahwa makanan yang kita makan berpengaruh terhadap energi kita. Jika kita makan yang halal maka energi kita mudah untuk melakukan kebaikan, dan sebaliknya jika makanan kita haram, maka kita mudah untuk melanggar aturan dari Allah. Ayo mulai dari sekarang kita harus hati-hati dengan makanan yang kita makan. Jayalah Indonesiaku.***
Editor : Alysa













