Puskesmas Jampang Luncurkan Inovasi TEH PETRA Untuk Percepat Skrining HIV Pada Pasien TB

0
Puskesmas Jampang
Antusiasme peserta dalam kegiatan cek laboratorium gratis

NARASITODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Puskesmas Jampang memperkenalkan inovasi TEH PETRA ( Tes HIV/AIDS bagi Penderita TB Segera). Inovasi untuk mempercepat skrining HIV pada pasien Tuberkulosis (TB) dengan layanan yang lebih ramah cepat, dan terintegrasi.

Inovasi ini hadir untuk mendeteksi dini pencegahan penularan dan percepatan penanganan.TEH PETRA menjadi solusi konkret untuk memutus mata rantai penularan.

Kepala Puskesmas Jampang, Dini Srie Agustin menyampaikan, melalui sistem ini, pasien TB langsung mendapatkan edukasi dan tes HIV di tempat, tanpa perlu dirujuk ke layanan VCT (Voluntary Counseling and Testing).

Baca Juga :  Risiko 90%! 5 Penyebab HIV yang Harus Kamu Hindari Sekarang

“Dengan TEH PETRA, kami tak hanya berbicara soal kecepatan layanan, tetapi juga tentang pemulihan martabat pasien. Edukasi diberikan secara personal, dan skrining dilakukan langsung oleh tim Puskesmas. Ini mengurangi resistensi dan meningkatkan kesadaran,” ujar Kepala Puskesmas Jampang.

Lanjut Dini Srie Agustin, pasien yang telah menjalani edukasi dan skrining akan mendapatkan stempel “TEH PETRA” di buku pengobatan. Selain mempermudah pelacakan, ini juga meningkatkan akurasi pencatatan oleh tenaga kesehatan.

Perlu diketahui, beberapa keunggulan dari TEH PETRA antara lain. Skrining HIV langsung saat kunjungan TB, tanpa rujukan tambahan, mengurangi stigma dan beban psikologis pasien. Kemudian, pencatatan lebih sistematis dan mudah dimonitor, memungkinkan pengobatan ARV lebih cepat bagi pasien reaktif. Serta meningkatkan capaian deteksi HIV di layanan primer.

Baca Juga :  Maxone Hotel Bekasi Luncurkan Paket Iftar Gema Swarna Ramadhan 1447 H

Lanjut Kepala Puskemas Jampang mengungkapkan, sejak diimplementasikan awal 2025, TEH PETRA menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Prosentase pasien TB yang menjalani skrining HIV meningkat signifikan.

Monitoring dilakukan setiap triwulan dan menjadi basis evaluasi layanan. Dengan target Puskesmas Jampang tahun ini adalah menjangkau minimal 80% pasien TB untuk menjalani skrining HIV, serta menekan angka penolakan pasien di bawah 10%.

Baca Juga :  Komitmen RSUD R. Moh. Noh. Nur dalam Penguatan Kesehatan Lansia melalui Edukasi dan Aktivitas Fisik

Katanya, model ini juga disiapkan untuk direplikasi ke Puskesmas lain di Kabupaten Bogor, sebagai contoh sukses integrasi layanan TB-HIV di tingkat primer.

“Melalui TEH PETRA, kami memperlihatkan bahwa inovasi dalam pelayanan kesehatan tidak harus rumit. Cukup dengan komitmen, empati, dan pendekatan manusiawi, transformasi besar bisa dimulai dari akar layanan,” imbuhnya. ( */Alysa Damaris)

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday